PEKANNARU (KLIKRADAR.COM) — Riau Bhayangkara Run 2026 resmi berakhir dengan catatan membanggakan. Ajang lari yang menjadi rangkaian Hari Bhayangkara ke-80 itu berlangsung aman, tertib, dan sukses dengan diikuti 15.080 pelari dari berbagai daerah di Indonesia hingga mancanegara.
Selain menjadi salah satu event olahraga terbesar di Sumatera, Riau Bhayangkara Run 2026 semakin menegaskan posisi Provinsi Riau sebagai destinasi sport tourism yang terus berkembang, sekaligus menjadi momentum untuk menggerakkan aktivitas perekonomian masyarakat melalui meningkatnya kunjungan peserta dari luar daerah maupun luar negeri.
Kehadiran ribuan pelari beserta keluarga dan pendamping membuka peluang bagi sektor perhotelan, transportasi, kuliner, pariwisata, hingga pelaku UMKM.
Ketua Panitia Riau Bhayangkara Run 2026, Kombes Daniel Widya Mucharam mengatakan, tingginya antusiasme masyarakat menjadi bukti bahwa Riau Bhayangkara Run semakin mendapat tempat sebagai salah satu agenda lari bergengsi di Indonesia.
“Alhamdulillah seluruh rangkaian kegiatan berjalan dengan aman, tertib, dan lancar. Ini menjadi kebanggaan bagi kami karena menunjukkan bahwa Riau semakin dipercaya sebagai tuan rumah event olahraga berskala nasional bahkan internasional,” ujar Daniel, Selasa (21/7/2026).
Menurut Karorena Polda Riau ini, keberhasilan tersebut merupakan hasil kerja sama seluruh pihak yang telah bekerja sejak tahap perencanaan, persiapan, hingga pelaksanaan di lapangan.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang terlibat. Keberhasilan ini adalah hasil kerja bersama,” katanya.
Daniel menambahkan, tingginya partisipasi peserta dari berbagai daerah di Indonesia serta pelari asal Prancis, Kenya, Malaysia, dan Singapura menjadi indikator bahwa Riau Bhayangkara Run memiliki potensi besar untuk terus berkembang sebagai agenda sport tourism unggulan di Provinsi Riau.
Menurutnya, kehadiran belasan ribu peserta juga membuka peluang tumbuhnya aktivitas ekonomi masyarakat, mulai dari sektor perhotelan, transportasi, kuliner, hingga UMKM.
Sementara itu, Kapolda Riau Irjen Herry Heryawan menegaskan, Riau Bhayangkara Run 2026 bukan sekadar perlombaan lari, tetapi merupakan wujud kolaborasi yang mempertemukan pemerintah, aparat keamanan, dunia usaha, komunitas, media, dan masyarakat dalam semangat yang sama untuk membangun Provinsi Riau.
“Yang jauh lebih penting adalah bagaimana kegiatan ini mampu mempertemukan ribuan orang dalam semangat kebersamaan, memperkenalkan Provinsi Riau kepada masyarakat luas, serta membuka peluang bagi tumbuhnya perekonomian masyarakat melalui sektor pariwisata, perhotelan, transportasi, kuliner, dan UMKM,” katanya.
Kapolda mengatakan, penyelenggaraan Riau Bhayangkara Run menjadi bukti bahwa olahraga mampu menjadi instrumen pembangunan yang memberikan manfaat lebih luas bagi masyarakat.
Karena itu, kegiatan ini diharapkan terus berkembang menjadi agenda tahunan yang tidak hanya membanggakan dari sisi olahraga, tetapi juga memberikan kontribusi nyata terhadap promosi daerah, penguatan ekonomi lokal, dan pengembangan sport tourism di Provinsi Riau.
Menurut Kapolda, keberhasilan tersebut tidak mungkin terwujud tanpa kolaborasi seluruh elemen masyarakat.
Ia menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta yang datang dari berbagai daerah di Indonesia maupun mancanegara, Pemerintah Provinsi Riau, Forkopimda, TNI, pemerintah kabupaten dan kota, sponsor, komunitas lari, relawan, tenaga kesehatan, media massa, pelaku UMKM, petugas kebersihan, serta seluruh masyarakat yang telah menjadi bagian dari suksesnya penyelenggaraan Riau Bhayangkara Run 2026.
Kapolda juga memberikan apresiasi kepada seluruh personel Polda Riau beserta jajaran Polres yang telah bekerja sejak tahap perencanaan, persiapan, pengamanan, pengaturan lalu lintas, pelayanan kesehatan, hingga pembersihan area kegiatan.
Menurutnya, dedikasi seluruh personel menjadi kunci sehingga seluruh rangkaian kegiatan berlangsung aman, nyaman, tertib, dan mendapat apresiasi dari para peserta.
Kapolda menambahkan, Riau Bhayangkara Run 2026 juga menjadi sarana mengedukasi masyarakat melalui implementasi Green Policing, program unggulan Polda Riau yang menempatkan pelestarian lingkungan sebagai bagian dari upaya menjaga keamanan dan keberlanjutan.
Komitmen tersebut diwujudkan dengan pembagian boneka anak gajah Nona Seroja sebagai simbol kepedulian terhadap konservasi satwa liar, serta bibit pohon Trembesi kepada para peserta sebagai bagian dari gerakan penghijauan dan pencegahan kebakaran hutan dan lahan.
Kapolda berharap semangat yang lahir dari Riau Bhayangkara Run 2026 terus hidup dan menjadi inspirasi bagi berbagai pihak untuk membangun daerah melalui kolaborasi, olahraga, kepedulian sosial, serta pelestarian lingkungan.
“Riau Bhayangkara Run 2026 memang telah selesai, tetapi semangat yang dibangun melalui kegiatan ini tidak boleh berhenti di garis finis. Semangat hidup sehat, semangat kolaborasi, semangat menggerakkan perekonomian masyarakat, semangat memperkuat sport tourism, dan semangat menjaga lingkungan harus terus kita rawat bersama. Karena ketika kita menjaga alam, sesungguhnya alam juga akan menjaga kita,” tutup Herry Heryawan. ***
