PEKANBARU (KLIKRADAR.COM) — Menindaklanjuti agenda yang sudah ditetapkan oleh Gubernur Riau dalam RPJMD, Sekda Bengkalis dr. Ersan Saputra TH, MH, bersama jajaran melakukan dengan Komisi III DPRD Riau, Kamis (10/09/2026).
Dalam pertemuan itu Pemkab Bengkalis mengusulkan kawasan industri Buruk Bakul yang sudah diusulkan sejak awal.
Dalam perkembangannya, Gubernur Riau meminta agar kawasan industri Buruk Bakul seluas 2.904 hektar itu diperluas serta dikembangkan menjadi kawasan industri Bukit Batu sekitar 37.000 hektar.
“Dan alhamdulillah hari ini memang ada beberapa kendala. Dalam rentang 1 tahun lebih ini, ada beberapa proses administrasi yang agak mandek. Mulai dari pembentukan tim, koordinasi lintas, revisi tata ruang. Nah, hari ini kita bersepakat dengan Komisi III DPRD Riau untuk menindaklanjuti semua tahapan dan semua persoalan-persoalan itu,” ucap Ketua Bappeda Bengkalis, Roni.
Roni berharap, atas komitmen Komisi III DPRD Riau dapat segera ditindaklanjuti oleh Provinsi Riau.
Sementara Pemkab Bengkalis mendukung sepenuhnya, karena berada di wilayahnya, meski pengendalinya berada di tangan Gubernur.
Sejauh ini kata Roni, lahan yang sudah dikuasai Pemkab berdasarkan tata ruang, seluas 2.904 hektar. Sementara yang baru dimiliki oleh Pemkab Bengkalis 10 hektar, dan sudah bersertifikat.
“Jadi untuk memenuhi kebutuhan minimal untuk penetapan kawasan industri itu masih kurang 40 hektar lagi. Karena minimal 50 hektar harus menjadi hak Pemkab,” ujarnya.
Roni mengaku, hal ini yang menjadi bagian diskusi karena tim sudah dibentuk oleh Pak Gubernur. Ia berharap tim yang dibentuk ini nantinya bisa dibahas. Karena pihaknya hanya menjadi bagian dari tim tersebut.
Untuk mendukung kawasan industri ini kata Roni, tentu dibutuhkan penyiapan semua syarat-syarat teknis. Soal desain, soal blok, soal penyiapan kebutuhan infrastruktur dasar, akses jalan, listrik, kemudian air bersih.
“Karena kan aspek-aspek layanan dasar itu tentu disiapkan oleh pemerintah, bukan investasi, gitu kan. Jadi mungkin itu yang jadi bagian. Tapi lagi-lagi ini akan menjadi diskusi bersama lah. Nanti kami dengan Dinas Provinsi,” tukasnya.
Saat ditanya seperti apa kondisi sarana dan prasarana (Sarpras) ke kawasan industri itu saat ini, Roni mengaku akses jalan sudah bagus karena berada di jalan lintas antara Dumai dengan Pakning, Yang masih belum soal air bersih. Kalau listrik sudah selesai tahun lalu. Begitu juga dengan gardu induk yang dibangun oleh PLN sebagai bagian dari pendukung kawasan, sudah selesai.
Saat ditanya target untuk mewujudkan kawasan industri tersebut, pihaknya mengaku belum bisa ngomong. Soalnya, Ketua tim Pokjanya dari Provinsi. Sementara pihaknya hanya anggota dari tim Pokja tersebut. =fin
