Komisi II DPRD Riau Minta Pemprov Bantu Petani

2 Menit Membaca
Ketua Komisi II DPRD Riau, H. Adam Syafaat MA.

PEKANBARU (KLIKRADAR.COM) — Meski kondisi ekonomi Riau saat ini mengalami defisit, namun Pemprov Riau diminta tetap memberikan bantuan untuk para petani. Pasalnya, ketersediaan sembako sangat berpengaruhi terhadap inflasi.

Permintaan itu disampaikan Ketua Komisi II DPRD Riau, H Adam Syafaat, MA saat dikonfirmasi mengenai mahalnya sembako di pasaran saat ini, Kamis (22/10/2026).

“Antrean dan kelangkaan BBM di SPBU itu sangat berpengaruh kepada ketersediaan sembilan bahan pokok (sembako) seperti, cabe dan beras,” ucapnya.

Politisi Fraksi PKS DPRD Riau itu mengungkapkan, jika harga cabe naik maka dapat dipastikan barang-barang lainnya naik. Karena cabe adalah standar inflasi. ​Untuk itu ia meminta pemerintah walaupun dalam kondisi defisit diharapkan dapat membantu para petani cabe.

“Kemarin targetnya 200 hektar tapi anggarannya dikurangi. Yang dibantu itu pupuknya, bibitnya, kemudian obat-obatannya dan semprotnya. Setelah kami hubungi para petani cabe ini ternyata mereka sudah tidak ada lagi. Akhirnya cabe pun langka,” ujarnya.

Sementara saat disinggung mengenai harga beras lokal saat ini yang kini menyentuh di angka Rp18 ribu hingga Rp19 ribu per kilogram, Adam mengatakan karena hukum ekonomi. “Mahalnya suatu barang berarti barang tersebut langka. Kalaupun ada tapi sedikit sehingga harganya jadi mahal,” tukasnya.

Begitu juga saat didesak perbedaan harga beras 2 tahun lalu dibanding sekarang. Adam menegaskan bahwa hal itu terjadi akibat kondisi cuaca, bahan bakar minyak.

“Ini sangat berpengaruh. Tapi kalau kata Menteri Pertanian, di Bulog banyak stok beras. Kita masih bisa sampai 1 tahun ke depan masih punya stok beras gitu kan. Namun yang terjadi di lapangan enggak tahu kita,” pungkasnya. =fin

Bagikan Berita Ini
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *