Bapemperda Diminta Segera Bahas Ranperda LGBT

2 Menit Membaca
Satpol PP Kota Pekanbaru, menindaklanjuti laporan masyarakat terkait dugaan aktivitas LGBT di kawasan Laksamana Muda baru-baru ini.

PEKANBARU (KLIKRADAR.COM) — Menyusul viralnya dugaan aktivitas kelompok Lesbian, Gay, Biseksual dan Transgender (LGBT) di salah satu kafe di Pekanbaru, baru-baru ini. Fraksi PKS DPRD Riau mendesak Bapemperda agar segera dibahas untuk dijadikan Ranperda.

Hal itu disampaikan Ketua Fraksi PKS DPRD Riau, Ayat Cahyadi menyikapi video viral dugaan aktivitas kelompok LGBT di kafe Laksamana Muda Coffee & Live Space Pekanbaru baru-baru ini, Rabu (21/10/2026).

“Kalau yang Ranperda LGBT itu sudah kita sampaikan khusus untuk anggota Fraksi PKS di Bapemperda agar menyegerakan tentang Ranperda ini,” ujarnya.

Menurutnya, ​Ranperda ini sudah pernah diusulkan, hanya saja belum selesai. Untuk itu pihaknya meminta anggota Bapemperda DPRD Riau untuk segera dibahas. Terlebih masalah LGBT ini sudah pernah di dialogkan dengan Majelis Ulama Indonesia (MUI) bahkan sudah memberikan data, termasuk dari Dinas Kesehatan Provinsi Riau.

“HIV/AIDS itu kan hampir sebagian besar ya, gay. Nah, ini kan tentu harus disegerakan. Dan yang lebih prihatin lagi, banyak menyasar pelajar dan mahasiswa,” ujarnya.

Anggota Komisi I DPRD Riau itu mengaku pihaknya merasa ngeri terlebih terhadap generasi muda yang masih berusia produktif. Terlebih lagi sudah ada Perpres nomor 11 tahun 2025. Menurut Ayat, masalah LGBT ini harus menjadi perhatian.

“Insyaallah saya sudah instruksikan ke anggota Fraksi PKS di Bapemperda untuk menyegerakan ini. Mungkin ini belum karena pembahasan Ranperda ini memang padat sekali. Termasuk di fraksi-fraksi sudah mengirimkan anggota. Misalnya Ranperda CSR, itu juga belum dibentuk Pansus. Padahal fraksi-fraksi sudah mengirimkan nama,” tukasnya.

Seperti diketahui, Satpol PP Kota Pekanbaru memanggil pengelola Laksamana Muda Coffee & Live Space pada Selasa, 20 Oktober 2026, menyusul video viral dugaan aktivitas kelompok LGBT di kafe tersebut pada Minggu malam (18/10/2026).

Manajemen membantah sengaja menggelar acara LGBT dan menyebutnya sebagai pengunjung umum acara musik reguler. =fin

Bagikan Berita Ini
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *