PEKANBARU (Klikradar.com) — Rapat paripurna DPRD Riau dengan agenda, penyampaian pandangan umum fraksi terhadap laporan keterangan pertanggungjawaban (LKPJ) Kepala Daerah tahun 2025 tampak sepi.
Rapat yang dipimpin oleh Wakil Ketua DPRD Riau Budiman Lubis SH ini, hanya dihadiri 16 anggota dewan saja.
“Berdasarkan daftar hadir dari Sekretariat dewan, dari 65 anggota dewan rapat paripurna hari ini dihadiri 35 orang. Dengan demikian forum rapat terpenuhi dan rapat dapat dilaksanakan,” ucap wakil Ketua DPRD Riau Budiman Lubis SH didampingi Sekdaprov Riau Syahrial Abdi sesaat sebelum membuka rapat, Kamis (12/03/2026).
Meski kehadiran anggota dewan ini tergolong janggal, namun rapat paripurna DPRD Riau tetap berlangsung meski kondisi fisik di rapat paripurna hanya dihadiri oleh 16 anggota dewan saja termasuk pimpinan rapat.
Menariknya lagi, pandangan umum fraksi yang seharusnya dibacakan di tengah-tengah rapat paripurna justru tidak dibacakan. Melainkan hanya diserahkan saja kepada pimpinan rapat.
Alhasil, kondisi ini memunculkan bisik-bisik di kalangan wartawan yang duduk paling belakang peserta paripurna.
Pasalnya, papan zoom di belakang pimpinan yang biasanya terlihat saat rapat justru tertutup dan hanya terlihat pimpinan rapat saja.
“Apa yang kira-kira yang perlu kita pertanyakan ya. Kita ndak tahu seperti apa pandangan masing-masing fraksi,” bisik salah satu wartawan.
Seperti diketahui, masalah quorum tidaknya anggota dewan dalam setiap kali rapat paripurna terus menjadi sorotan.
Bukan saja dari masyarakat, melainkan juga dari anggota DPRD Riau sendiri, sebagaimana rapat pada Senin (09/03/2026).
Ketua Fraksi Gerindra DPRD Riau, Ginda Burnama ditengah-tengah rapat paripurna meminta pimpinan rapat (Parisman Ikhwan) melalui Badan Kehormatan (BK) agar dewan yang tidak dan jarang hadir diminta untuk diberi teguran keras. Alasannya karena menyangkut lembaga.
“Bisa kita lihat sendiri hari ini OPD-nya ramai, kita-nya sangat disayangkan sekali pimpinan,” ucap Ginda lantang.
Saat itu Ginda meminta ketegasan dari pimpinan selaku pimpinan DPRD Riau dan ketua BK DPRD Riau yang juga berasal dari Fraksi Golkar agar melakukan gebrakan terhadap kehadiran teman-teman dari anggota DPRD Riau, tandasnya.
“Wakil ketua BK ada di belakang saya pimpinan. Jadi saya minta ketegasan kita semua. Saya selaku ketua Fraksi Gerindra saya menunggu surat teguran itu. Karena itu pembinaan untuk Fraksi kami,” pungkasnya. =fin
