PEKANBARU (Klikradar.com) — Puluhan kaum ibu di Kelurahan Palas melakukan pemblokiran jalan akibat rusaknya jalan di wilayah tersebut. Mereka menilai PT HKI selaku pelaksana pembangunan jalan lingkar jalan Tol hanya bisa berjanji tanpa realisasi.
“Kami masyarakat RW 08 itu pertama menuntut jalan Damai dan Jalan Matahari diperbaiki. Yang kedua, kalau antri mobil itu, janganlah dia dua lapis, kasihanlah warga itu. Jalan sekarang sudah rusak parah, tidak ada space jalan untuk warga lagi,” ujar Rina salah seorang ibu rumah tangga, Minggu (08/03/2026).
Rina pun mempertanyakan vendor PT HKI tersebut terkait antrian truck bertonase 35 ton itu yang selalu antri di saat jam sholat Jumat, sholat Maghrib, berbuka sampai ke Tarawih, sementara ini bulan Ramadan banyak anak-anak dan orang tua yang pergi sholat, ucapnya. “Mereka antri sepanjang-panjangnya dan mengambil semua badan jalan,” ungkap Rina jengkel.
Ia juga mengungkapkan bahwa ada warga Jalan Damai yang sudah terjatuh semalam, cucu pak Abbas. Ajizah terjatuh di Simpang dekat masjid karena tersandung batu yang nongol di jalan itu.
Lebih lanjut kata Rina, sebagai warga RW 08 pihaknya tidak mau jika vendor hanya sekedar menyiram jalan dan menggeledor jalan saja. Melainkan ia mendesak agar dikorek terlebih dahulu baru ditimbun pakai sirtu dan dirapikan seperti semula karena sejumlah mobil pribadi yang melintasi jalan tersebut bempernya rusak.
Rina mengaku pihaknya sudah menghubungi Humas PT HKI, Ayang. Dalam percakapan via telepon itu katanya, Ayang mengaku tak bisa datang hari ini karena sedang ada acara keluarga. Namun Ayang berjanji akan bertemu dengan warga RW 08 besok pagi Senin pukul 08 WIB di halaman masjid.
Rina pun mengancam, jika PT HKI tak kunjung memperhatikan tuntutan warga, pihaknya akan tetap memblokir kedua ruas jalan, termasuk operasional PT HKI.
“Kita tidak melarang mobil ini beroperasi, karena kita tahu ini punya pemerintah. Kita hanya minta penyelesaian, jalan kita diperbaiki, warga diperhatikan, itu aja. Kita mau cari penyelesaian sebenarnya aksi hari ini bukan untuk melarang mereka beroperasi. Aksi hari ini itu untuk mencari penyelesaian supaya warga bisa nyaman lewat di jalan RW 08,” tukasnya.
Hal senada juga diungkapakan oleh ibu rumah tangga lainnya, Yusna. Ia mengatakan, dua hari yang lalu dirinya melintas di Jalan Damai untuk mengantar dagangannya. Namun salah satu truck bertonase berat itu mengambil semua badan jalan tidak mengambil sisi kiri jalan.
“Kemarin saya ada dua atau tiga hari yang lalu, saya sedang mau jalan keluar untuk mengantar dagangan saya.Terus mobil truk ini dia belok mengambil badan jalan. Seharusnya kan dia ngambil belah kiri. Kalau sebelah kanan berarti arah yang berlawan. Berarti kan terhambat jalan saya,” ujarnya.
Menurutnya, kalau truck itu belok seharusnya dia mengambil jalan kiri karena yang namanya jalan, banyak masyarakat yang mau lewat, mau beraktivitas. Saat itu sopir truck itu marah, dia kedipkan lampunya, dia mau jalan. Sementara posisi Yusna sudah tepi jalan.
“Saya bilang, saya mau kemana lagi, saya sudah di tepi, sudah di dekat bumper jalan, sedang saya membawa dagangan saya. Kalau lah saya turun ke bawah lagi, saya pasti miring, pasti oleng, jatuh dagangan saya. Jadi dia tidak mau mengalah, dia marah dengan saya dan tetap mempertahankan diri saya,” ucap Yusna.
Saat disebut bahwa Lurah Palas, Rizky Pramdani jalan baru bisa dibaguskan ketika proyek tol sudah selesai, Yusna mengaku tidak percaya.
“Saya tidak percaya. Sementara dalam operasional mereka aja, mereka tidak mau memperdulikan kebutuhan, kemasyalahatan masyarakat. Masyarakat kan sama-sama membutuhkan jalan kita ini. Yah harus sama-sama lah. Pihak HKI maupun vendornya, harus memikirkan masyarakat pengguna jalan. Kecuali yang di hutan sana tidak ada siapa-siapa,” tegasnya.
Sementara saat kembali disebut bahwa ada perjanjian PT Wira Agung dan HKI sebagai pelaksana lapangan, bahwasannya mereka berjanji akan merawat jalan, Yusna mengatakan bahwa mereka hanya berjanji. Buktinya, sampai saat ini jalan di RW 08 khususnya Jalan Damai, yang dulunya aspal kini sudah menjadi jalan tanah.
Sementara ketua RW 08 Kelurahan Palas Junaidi Agus yang datang ke lokasi aksi demo, membenarkan bahwa aksi para kaum ibu ini adalah puncak akumulasi keresahan warga termasuk dirinya sebagai ketua RW 08 Palas.
“Saya sendiri juga sebenarnya resah. Kita bolak-balik ke masjid, apalagi ini bulan Ramadhan. Jalan kita memang sudah sangat memprihatinkan kondisinya, aspalnya sudah naik semua. Bahkan simpang jalan ke rumah warga ataupun gang yang masuk ke rumah warga itu sudah banyak rusak juga. Pinggiran jalannya itu ramnya itu juga udah amblas juga termasuk di simpang jalan Megawati atau Muhammad Ali. Jadi potensi membahayakan masyarakat itu sangat besar,” ucapnya.
Junaidi mengaku, dirinya sudah bolak balik ke masyarakat dan hari inilah puncaknya. Pasalnya, sebelum sebelumnya, banyak warga mengadu ke pihaknya terkait kondisi jalan pasca beroperasinya PT HKI di wilayahnya.
“Makanya saya juga ditelepon warga pagi ini, bahwa warga sudah berada di Simpang Jalan Matahari menyetop mobil truck, makanya saya turun juga ke lapangan,” ujarnya.
Saat ditanya tentang surat perjanjian PT Wira Agung sebagai vendor PT HKI terkait perawatan jalan, Junaidi menyebut cuma begini-begini saja, tidak ada perobahan. Mereka tetap lalai. Kalau untuk memperhatikan dampak negatif terhadap lingkungan masih tetap sama seperti yang lalu-lalu.
“Tunggu ada aksi, baru nanti dibenahi. Nanti dibiarkan lagi, ada aksi lagi dari masyarakat, baru dibenahi lagi. Jadi bukan ada kesadaran, enggak punya inisiatif untuk mengantisipasi adanya aksi terlebih dahulu. Apakah memang ada unsur kesengajaan atau gimana, itu kita enggak paham,” tukasnya.
Menyikapi hal ini, pihaknya kata Junaidi kemarin sudah menyampaikan permasalahan ini ke Kelurahan. Dan Lurah Palas Rizky Pramdani sudah menyampaikan ke pihak vendor terkait keresahan warga RW 08 atas kerusakan jalan. Tapi apakah memang betul-betuk disampaikan, pihaknya tidak sampai kesana, pungkasnya. =fin
