PEKANBARU (KLIKRADAR.COM) — Meski secara umum fasilitas SMAN 6 Pekanbaru sudah cukup, namun mengingat usia bangunan di Jalan Bambu Kuning Kelurahan Bambu Kuning, Kecamatan Tenayan Raya, Kota Pekanbaru itu, butuh penilaian dari Dinas PUPR Riau.
“Ya, kalau secara umum sebenarnya sekolah sudah cukup fasilitas. Namun karena ini sekolah dari tahun 80-an pembangunannya, ada beberapa tiang yang sudah keropos karena terbuat dari kayu,” ucap anggota DPR RI, Dr Karmila Sari usai menggelar sosialisasi 4 pilar demokrasi dan meninjau ruang kelas SMAN 6 Pekanbaru, Senin (05/10/2026).
Terkait hal itu, Kepala SMAN 6 Pekanbaru, Drs. Yon Hendri Y, MPd meminta kepada anggota DPR RI Komisi X itu agar direvitalisasi. Menjawab itu, politisi partai Golkar itu mengatakan pihaknya terlebih dahulu butuh surat penilaian dari Dinas PUPR Provinsi Riau.
“Nah, di situ nanti akan menyampaikan tidak hanya kondisi daripada ruangan yang harus direvit, apakah direnov ringan kah, sedang, atau berat, termasuk juga kondisi yang tadi sebentar-sebentar banjir. Terus untuk mushala di sini kita lihat agak berbukit-bukit. Nah, apakah cukup dengan salurannya saja kita perbaiki atau ditinggikan. Nah kita kasih ahlinya yaitu Dinas PUPR Provinsi Riau,” ucap Karmila.
Sebagai anggota Komisi X DPR RI, pihaknya meminta agar SMAN 6 Pekanbaru memberikan surat proposal ke pihaknya. Ia berjanji pihaknya tetap meng-update di Dapodik yang ada di aplikasi khusus untuk revitalisasi sekolah. Hal ini seiring dengan semangat Presiden RI Prabowo yang tengah gencar-gencarnya tahun 2026 ini.
“Tahun 2016 ini aja ada Anggaran Belanja Tambahan (ABT) penambahan 6.000 sekolah lagi se-Indonesia. Nah, artinya manfaatkan kesempatan dan saya juga selaku satu-satunya di sini anggota DPR RI yang ada di Komisi X DPR RI bidang pendidikan, mudah-mudahan ini bisa mempermudah untuk bisa membuat sekolah-sekolah yang ada di Riau ini semakin lebih nyaman,” ujarnya.
Selain itu, Karmila Sari juga berjanji akan memberikan beasiswa untuk anak-anak pemain futsal. Ia mengaku, kebetulan dirinya juga punya binaan futsal putri. Dan alhamdulillah sudah di level Liga Pro, artinya sudah di level nasional. Biasanya kata dia, anak-anak binaan ini disekolahkan karena minimal mereka harus punya S1.
“Untuk yang di sini nanti Kepsek boleh mengusulkan kelas 12. Ini sudah ada Permendiktisaintek 2 Tahun 2026. Bahkan ada dua syarat. Kalau tidak anak ini berada di posisi desil 1 sampai dengan 4 atau penerima PIP di kelas 12, itu boleh mengusulkan yang namanya KIP Kuliah. Nah, khusus nanti untuk PIP, boleh silakan yang betul-betul susah. Artinya yang tidak mampu, yang desil 1 sampai 4 boleh diusulkan, seperti itu,” tandasnya.
Sementara terkait sosialisasi 4 pilar demokrasi, ucap Karmila bertujuan untuk memperkuat pemahaman ideologi bangsa dan merawat persatuan di tengah keberagaman masyarakat.
Ia mengatakan, di tengah globalisasi yang luar biasa sekarang ini, banyak teknologi yang memberikan informasi hoaks dan lain-lain.
“Mudah-mudahan terus rajin. Kita konsisten dalam menyampaikan sosialisasi 4 pilar ini menjadi pedoman dan batasan mereka. Sehingga dia bisa memilih-milih. Kenapa? Hal-hal hoaks yang tidak bertanggung jawab ini bisa merubah gaya hidup mereka, cara berpikirnya,” tukasnya.
Lebih jauh sebut Karmila hal-hal seperti itu jangan sampai menjadi bibit yang pelan-pelan bisa merusak negara. Oleh karena itu pihaknya selaku anggota DPR RI, DPD RI, yang merupakan bagian dari anggota MPR RI, melakukan sosialisasi 4 pilar ini, tidak hanya di sekolah, juga di kampus dan di komunitas-komunitas masyarakat, pungkasnya. =fin
