Diduga Pungli Marak di Pelabuhan Buton, Sopir Pikap Kecewa Punya Tiket Tak Bisa Berangkat, Kapal Penuh Mobil “Siluman”

4 Menit Membaca

SIAK (KLIKRADAR.COM) — Pelabuhan Roro Mangkapan, Buton, Kabupaten Siak, diduga menjadi tempat praktik pungutan liar (Pungli) oknum petugas.

Sejumlah sopir mengaku sudah menunggu berhari hari, bahkan sudah masuk dalam daftar keberangkatan dan juga memiliki tiket di tangan, namun tidak bisa berangkat karena mobil yang tidak punya tiket just⁹ru diproritaskan masuk kapal.

Salah satu sopir pikap L300, yang mengaku bernama Rudi, ingin menyeberang ke Punggur, Batam. Saat ditemui Klikradar.com, mengaku tidak bisa berangkat karena kapal sudah penuh.

Padahal, Rudi yang ingin berangkat ke Punggur, Batam, sudah memiliki tiket kapal yang dibelinya seharga Rp1.780.000.

Namun, entah apa alasannya, petugas pelabuhan justru mengutamakan mobil yang tidak masuk dalam daftar list keberangkatan. Bahkan , mobil itu belum memiliki tiket.

“Kami sudah ikut antri dan sudah masuk list keberangkatan, tapi tak diberangkatkan. Kok oknum pelabuhan mendahulukan mobil tanpa tiket. Ini perlu dilaporkan, agar tidak terulang lagi,” kata pria yang mengaku membawa muatan barang mudah busuk sehingga khawatir memgalami kerugian besar.

Masih menurut Rudi, berdasarkan daftar yang dikeluarkan BPTD kelas II Riau, melalui Satpel Pelabuhan Penyeberangan Mengkapan, yang akan diberangkatkan berdasarkan list tersebut 10 unit mobil kecil golongan IVA, 8 unit mobil pick up golongan IVB, 2 unit golongan VB dan 1 unit truk besar.

Namun, kenyataannya, tujuh unit kendaraan kecil Golongan IV A yang tidak dari antrian, justru diutamakan masuk ke dalam kapal.

Hal tersebut menjadi pertanyaan kalangan masyarakat pengguna jasa. “Permainan ini terjadi hampir setiap hari keberangkatan Kapal Roro. Bahkan, kuat dugaan praktik kotor alias pungutan liar (Pungli) itu sudah sering terjadi,” ujarnya.

Hal senada disampaikan salah seorang pengguna jasa lain yang enggan disebut namanya. Ia mengaku sudah menunggu ikut antrian beberapa hari, bahkan ada juga beberapa pengemudi lainnya menunggu lama, tapi tak bisa berangkat.

Sementara mobil yang tidak ada dalam antrian masuk sebanyak 8 unit, ditambah 2 unit mobil “siluman” yang justru belum memiliki tiket.

“Kenapa mereka bisa masuk ke dalam kapal terlebih dahulu, inilah yang menjadi pertanyaan, ada apa, petugas pelabuhan,” ulang pria itu.

Konfirmasi Pihak Terkait                         Saat dihubungi Koordinator satuan pelaksana (Korsatpel) Pelabuhan Fery saat dihubungi klikradar.com, melalui telpon selulernya di nomor 0822-8356-9xxx tidak berhasil, meski sudah beberapa kali dihubungi .

Sementara Ridwan Syaputra, staf BPTD Kelas II Riau yang ditunjuk sebagai komandan Regu (Danru) keberangkatan, saat dihubungi wartawan klikradar.com, mengaku tidak benar. Apalagi, saat ditanya, terkait sopir L300 yang tak jadi berangkat ke Punggur, Batam, karena kapal penuh mobil tanpa tiket.

“Itu tidak benar, siapa sopir yang bilang itu. Kalau tidak benar, nanti bisa dituntut,” kata Ridwan sambil mengatakan nanti ditelpon lagi, karena ada pekerjaan yang sudah menunggu.

Kemudian, beberapa menit kemudian, Ridwan menghubungi Klikradar.com. Menurut Ridwan mobil L300 yang tertunda berangkat Rabu lalu itu, sudah tau betul siapa yang memberitahukan itu. “Saya tau itu orangnya,” ujar Ridwan.

Masih menurut Ridwan, mobil L300 itu memang sudah masuk list keberangkatan, tapi karena kapal penuh, mobil L300 itu ditunda keberangkatannya.

Dijelaskan Ridwan, kita memang dekat dengan media. “Kalau kawan kawan media minta tolong, kami membantunya,” kata Ridwan. ***

 

Bagikan Berita Ini
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *