PEKANBARU (KLIKRADAR.COM) — Komisi I DPRD Provinsi Riau menggelar Uji Kelayakan dan Kepatutan (Uji Kompetensi dan Kepatutan / UKK) bagi 21 calon anggota Komisioner KPID Riau periode 2026–2029 secara tertutup di Gedung DPRD Riau. Nantinya dari jumlah tersebut hanya 7 nama yang akan duduk sebagai Komisioner.
Hal itu disampaikan Ketua Komisi I DPRD Riau, Nur Azmi Hasyim, didampingi seluruh anggota Komisi I kecuali dari fraksi Golkar dan PDIP didepan peserta calon KPID Riau, Senin (28/08/2026).
Politisi fraksi Demokrat DPRD Riau itu mengatakan, nilai yang didapat peserta nantinya diakumulasikan dari masing-masing anggota Komisi I DPRD Riau.
“Bukan dari pimpinan saja, tapi semua anggota dewan diakumulasi, diserahkan nanti dalam suatu tempat. Kami tidak tahu bahwa nilai yang diberikan oleh masing-masing anggota dewan. Yang tahu, setelah selesai, kami beri penilaian, kami masukkan, nanti diakumulasikan, sehingga nanti kami plenokan,” ujarnya.
Nu Azmi kemudian meminta kesepakatan kepada 21 peserta terkait proper test masing-masing apakah 10 menit atau sama dengan calon Komisi Informasi (KI) tadi 15 menit. Dan semua peserta sepakat 10 menit.
“Oke. 10 menit nanti kita minta paparan visi-misinya langsung saja disampaikan sekitar 2 sampai 3 menit. Sisanya memberikan kami kesempatan untuk bertanya dan dijawab oleh para paslon. Seperti itu, ya,” pungkasnya.
Saat ditanya penentuan fit and proper test tersebut, Nur Azmi mengatakan berdasarkan schedule Komisi I DPRD Riau hari ini juga.
“Nanti malam langsung kita plenokan setelah selesai. Tadi sudah selesai, KPID kita usahakan target kita jam 08.00 atau jam 09.00 malam sudah selesai. Nanti jam 10.00 nanti kita coba pleno. Langsung kita buka nilai dari masing-masing kawan-kawan yang sudah diberikan, sehingga kita tetapkan mana yang urutannya nomor 1 ya sampai 7,” pungkasnya. =fin
