Pembangunan Exit Tol Baru Butuh Dana Rp200 Miliar

2 Menit Membaca
Ilustrasi. Gerbang tol pekanbaru./Ist

PEKANBARU (KLIKRADAR.COM) — Menyusul penutupan jalan Tol akses Muara Fajar tidak lagi digunakan untuk keluar-masuk utama, peluang untuk membangun exit Tol baru masih terbuka. Hanya saja pembuatan satu exit tol memerlukan biaya cukup besar sekitar Rp200 miliar.

Hal itu diisampaikan Ketua Komisi III DPRD Riau, Hasan Basri SH MSi menyikapi janji politik Gubernur dan Wakil Gubernur Riau, Abdul Wahid-SF Hariyanto yang gagal dipenuhi hingga masyarakat kecewa, Senin (02/11/2026).

“Iya, mengenai janji politik Wahid-SF Hariyanto, merupakan sebuah kewajiban. Melalui ikrar janji itulah masyarakat memberikan pilihan, sehingga kegagalan dalam menepati janji politik akan membuat masyarakat merasa sangat kecewa,” ujarnya.

Menurutnya, peluang untuk membangun exit Tol baru masih terbuka. Akan tetapi membutuhkan dana yang tidak sedikit. Berdasarkan informasi dari pengelola Tol, pembuatan satu exit tol memerlukan biaya sekitar Rp200 miliar, ucapnya.

Ketua Komisi III DPRD Riau itu menyarankan agar permohonan pembangunan exit tol diajukan ke pusat (PUPR). Untuk area Garuda Sakti, ucap Edi pihaknya telah memperjuangkan dan diperkirakan dapat terealisasi di satu sisi, karena sisi sebelah kanannya terbentur oleh bangunan masjid dan fasilitas masyarakat.

Politisi asal Fraksi Gerindra itu menekankan bahwa hal ini sangat penting dan harus menjadi fokus bagi Bupati saat ini serta anggota DPRD Provinsi Riau asal daerah pemilihan tersebut.

Seperti diketahui, akses keluar/masuk utama Jalan Tol Pekanbaru–Dumai (Tol Permai) telah dialihkan dari Jalan Akses Muara Fajar ke Pintu Tol Bypass Pekanbaru (KM 00+200) sejak 28 Agustus 2026.

Pengalihan arus Tol Pekanbaru berada di KM 00+200 / STA 206+950. Seluruh kendaraan keluar maupun masuk Tol diarahkan melalui Pintu Tol Bypass Pekanbaru. =fin

 

Bagikan Berita Ini
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *