PEKANBARU (KLIKRADAR.COM) — Pansus Optimalisasi Pendapatan Daerah (OPD) DPRD Riau saat ini sedang menyusun laporan akhir ke pimpinan DPRD Riau terkait temuan-temuan setelah 6 bulan bekerja untuk dibahas di fraksi-fraksi.
Hal ini disampaikan Ketua Pansus OPD DPRD Riau, Abdullah, kepada sejumlah awak media, Selasa (02/06/2026).
“Yang jelas Pansus akan memberikan laporan dan temuan-temuan ke pimpinan DPRD Riau hasil kerja Pansus selama 6 bulan. Sepekan ini kita sedang menyusun agar menjadi pembahasan dan ditindaklanjuti oleh pemerintah Provinsi Riau serta Satgas yang dibentuk sebagai masukan untuk peningkatan PAD. Sehingga target APBD 2 digit itu bisa tercapai,” ujarnya.
Politisi Fraksi PKS itu mengatakan salah satu rekomendasi Pansus adalah Pajak Air Permukaan (PAP). Menurutnya pola meteran yang dipakai sekarang tidak efektif. Oleh karena itu Pansus merekomendasikan perhitungan dari produksi CPU-nya.
“Jadi bukan pakai water meter karena pakai meteran itu sangat enggak efektif, sering rusak dan pengawasannya sulit. Tapi kalau berdasarkan produksi, kita yakin itu lebih besar dan lebih efektif,” ucap dia menyarankan.
Terkait database kata Abdullah, Pemprov memiliki satu sistem pendataan seluruh potensi pajak daerah yang dianggap banyak lost selama ini ternasuk pajak bahan bakar.
Sementara saat ditanya mengenai pajak perbatang sawit sebagaimana diwacanakan sebelumnya, Abdullah mengatakan juga masuk dalam rekomendasi Pansus yang segera dipelajari.
“Itu masuk dalam rekomendasi kita, itu sebuah sektor baru yang segera kita pelajari. Nah cuman kan Pansus 6 bulan ini nggak terlalu bisa mendalami itu. Karena ada provinsi seperti yang kita bahas kemarin, Sumbar dan Sulawesi Barat yang sudah menghitung di lapangan, semua HGU sudah melakukan perhitungan detail.
Kita kan belum sampai ke sana, Dinas Sumber Daya Air atau PU-nya menghitung detail,” tukasnya.
Ia mengatakan, ada banyak potensi baru yang bukan existing, yang belum digarap. Kemarin tambah Abdullah, Pansus lebih banyak melakukan pendalaman terhadap yang sudah digarap tapi belum maksimal, pungkasnya. =fin
