PEKANBARU (KLIKRADAR.COM) — Ratusan mahasiswa/i Universitas Islam Riau (UIR) menggelar aksi unjuk rasa (unras) di Gedung DPRD Riau, Kamis (11/06/2026).
Dalam aksinya Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) UIR menilai bahwa Indonesia dalam kondisi darurat bencana. Hal ini ditandai dengan melemahnya rupiah, proyek pemerintah menjadi ladang koruptor dan pendidikan yang belum layak.
Adapun tuntutan BEM UIR tersebut di antaranya:
1. Hentikan pemborosan anggaran negara yang tidak berdampak dan segera hadirkan kebijakan untuk memperkuat rupiah.
2. Berhenti menjual narasi keberhasilan, segera hadirkan solusi konkret untuk menjawab persoalan ekonomi rakyat.
3. Bersihkan Badan Gizi Nasional (BGN) dari korupsi dan kepentingan politik.
4. Jika tidak efektif, hentikan dan evaluasi total progres MBG dan Koperasi Merah Putih.
5. Hentikan sentralisasi ekonomi desa, jangan jadikan Koperasi Merah Putih sebagai proyek mahal yang membebani rakyat.
6. Permudah akses dan wajibkan BPG bagi Sarjana pendidikan untuk menjamin profesionalisme guru serta mengatasi ketimpangan akses sertifikasi pendidik.
7. Tetapkan status darurat nasional untuk perbaiki infrastruktur pendidikan yang rusak.
8. Hentikan angka mutu sekolah melalui program intervensi nasional yang terukur.
9. Audit dan buka secara transparan penggunaan 20% anggaran pendidikan nasional kepada publik.
Usai membacakan tuntutannya di depan anggota DPRD Riau yakni, Ketua Komisi III DPRD Riau Edi Basri SH didampingi anggota Komisi III DPRD Riau Abdullah dan anggota Komisi I DPRD Riau HM Sumardany Zirnata ST MSc, mereka meminta ketiga anggota dewan untuk menandatangani aspirasi mereka untuk disampaikan ke pusat.
Menyikapi aspirasi BEM UIR itu, Ketua komisi III DPRD Riau Edi Basri SH MSc mewakili seluruh anggota DPRD Riau yang menerima mereka di halaman gedung DPRD Riau mengatakan, apa yang menjadi aspirasi baik secara lisan maupun tertulis pihaknya akan menindaklanjuti.
“Insyaallah secepatnya kami akan ke Jakarta menyampaikan secara bukti dokumentasi visual foto akan kami kirimkan. Dan kami akan follow up juga dengan pertemuan lebih lanjut dengan perwakilan,” ucapnya.
Politisi asal fraksi Gerindra itu pun menyampaikan terimakasih kepada segenap BEM UIR.
Ia yakin dan percaya kepada Presiden dan segenap panglima Korlap yang hadir telah membuat kondisi yang kondusif hari ini.
Edi pun memohon maaf yang sedikit agak lama negosiasinya dan Edi pun berterima kasih kepada Kapolres, Ass Intel dan semua unsur pimpinan dari Kepolisian yang telah memberikan, mengamankan, melindungi semua, dan telah melakukan negosiasi, pungkasnya. =fin
