Gelar Pansus LKPJ, Sekda: Ada Dua Hal yang Resmi Disampaikan Besok

2 Menit Membaca

PEKANBARU (KLIKRADAR.COM) — Panitia khusus LKPJ 2025 kembali menggelar rapat finalisasi bersama seluruh Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Selasa (14/04/2026).

Rapat yang dipimpin oleh Ketua Pansus LKPJ DPRD Riau Androy Ade Rianda itu turut dihadiri oleh Sekdaprov Riau Syahrial Abdi.

Usai rapat, Sekdaprov Riau Syahrial Abdi saat dikonfirmasi membenarkan pembahasan rapat finalisasi LKPJ 2025 tersebut.

Ia mengatakan, dalam rapat itu pihaknya menelahah peristiwa tahun 2025 mana saja yang perlu diperbaiki ke depan.

“Mana saja yang belum optimal, mana yang belum maksimal, dan mana yang sudah bagus,” ujarnya.

Syahrial Abdi menilai, bahwa Pansus LKPJ DPRD Riau juga fair. Yang bagus mereka apresiasi, yang kurang bagus sama-sama dibuatkan catatan untuk diperbaiki.

Menurut Syahrial, ada dua hal penegasan yang akan resmi disampaikan besok. Yang pertama terkait dengan pembendahan di BUMD, dan yang kedua, sama-sama mendorong upaya yang sudah dicetuskan oleh Gubernur Riau untuk meningkatkan optimalisasi PAD karena di DPRD juga sudah membentuk Pansus optimalisasi pendapatan daerah.

“Alhamdulillah Forkopimda semuanya sekarang sudah satu suara untuk sama-sama mendorong percepatan peningkatan usaha PAD dengan melakukan pembendahan secara sistemik. Buktinya, hari Minggu kemarin Forkopimda hadir bersama untuk menguatkan integritas pelayanan publik kita yang paling mendasar, yaitu di UPT-UPT,” ujarnya.

Lebih jauh jelas Syahrial, kemarin dikumpulkan semua Samsat yang baik dari petugas dari Bapenda sendiri maupun dari petugas Kepolisian sendiri yang memegang akun-akun yang perlu di-approve oleh mereka.

“Jadi semua berkomitmen kemarin berdantangan bahwa ke depan tidak ada lagi yang main-main dan segala macamnya,” ucapnya.

Sementara saat ditanya tentang informasi dari Ketua Pansus Optimalisasi Pendapatan Daerah DPRD Riau, Abdullah yang mengatakan, tim dari eksekutif belum lengkap untuk optimalisasi, Syahrial mengatakan pihaknya ingin memastikan semua Forkopimda terlibat terlebih dahulu.

“Kita ingin memastikan begini, misalnya kan karena Forkopimda terlibat semua, jadi beban kerjanya dibagini. Mana yang cocok ke masing-masing Forkopimda itu untuk menangani permasalahan -permasalahan itu. Jadi, masih didiskusikan antar pimpinan di Forkopimda,” pungkasnya. =fin

Bagikan Berita Ini
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *