Ekonomi Riau Tumbuh 4,75 Persen, Pemprov Dorong Hilirisasi dan Investasi

6 Menit Membaca

PEKANBARU (KLIKRADAR.COM) — Ekonomi Provinsi Riau tumbuh 4,75 persen pada Triwulan II 2026, sementara pertumbuhan ekonomi tanpa sektor minyak dan gas mencapai 5,70 persen.

Capaian tersebut menjadi salah satu sorotan dalam sambutan Plt. Gubernur Riau H. SF Hariyanto pada Rapat Pimpinan Provinsi (Rapimprov) Kadin Riau 2026 di Grand Elite Hotel, Jalan Riau, Kota Pekanbaru, Kamis (24/9/2026).

Sambutan dan arahan SF Hariyanto dalam kegiatan tersebut disampaikan oleh Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah (Disperindagkop UKM) Provinsi Riau, Ir. H. M. Taufiq Oesman Hamid, MT.

Rapimprov Kadin Riau 2026 digelar bertepatan dengan Hari Ulang Tahun (HUT) Kadin ke-58 yang dilaksanakan secara serentak di seluruh Indonesia.

Kegiatan mengusung tema “Ekonomi Kerakyatan Untuk Indonesia Mendunia. UMKM Naik Kelas Ekonomi Berkualitas.” Dalam sambutannya, SF Hariyanto menempatkan Rapimprov sebagai ruang strategis untuk memperkuat sinergi pemerintah dan dunia usaha dalam merumuskan arah pembangunan ekonomi Riau.

Pertumbuhan Ekonomi dan Investasi Riau

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Riau, ekonomi Riau pada Triwulan II 2026 tumbuh 4,75 persen secara year-on-year (y-on-y). Secara kumulatif, ekonomi Riau pada Semester I 2026 tumbuh 4,82 persen, sedangkan pertumbuhan tanpa sektor migas mencapai 5,70 persen.

Dalam sambutan tersebut, SF Hariyanto menyebut kinerja ekonomi Riau juga menunjukkan posisi penting dalam perekonomian nasional. Riau disebut sebagai penyumbang ekonomi terbesar keenam di Indonesia dan memiliki PDRB terbesar kedua di luar Pulau Jawa. Data BPS mencatat Riau berkontribusi 23,33 persen terhadap perekonomian regional Sumatera.

“Rapimprov ini bukan sekadar agenda rutin organisasi. Ini adalah ruang strategis bagi pemerintah dan dunia usaha untuk menyatukan langkah, membangun optimisme, serta merumuskan kebijakan ekonomi Riau yang semakin inklusif dan berkualitas ke depan,” demikian arahan SF Hariyanto dalam sambutan yang dibacakan Taufiq.

Dari sisi investasi, realisasi investasi Provinsi Riau pada Triwulan II 2026 mencapai Rp20,23 triliun, tumbuh 59,62 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Investasi tersebut berasal dari 8.354 proyek yang tersebar di 12 kabupaten/kota.

Komposisi investasi didominasi Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) sebesar Rp15,56 triliun atau sekitar 77 persen.

Sementara Penanaman Modal Asing (PMA) mencapai Rp4,67 triliun atau sekitar 23 persen dari total realisasi investasi Triwulan II 2026.

Realisasi investasi tersebut juga berdampak pada penyerapan tenaga kerja. Data yang disampaikan Pemerintah Provinsi Riau mencatat investasi Triwulan II 2026 menyerap 10.944 tenaga kerja, terdiri dari 10.919 tenaga kerja Indonesia dan 25 tenaga kerja asing.

“Kami berharap KADIN harus menjadi katalisator, kolaborator, dan penggerak utama pembangunan ekonomi daerah,” kata SF Hariyanto dalam sambutannya.

Dorong Hilirisasi dan UMKM Naik Kelas

SF Hariyanto mengarahkan agar sinergi pemerintah dan Kadin tidak berhenti pada pencapaian angka pertumbuhan dan investasi. Kolaborasi tersebut diharapkan mampu menghasilkan nilai tambah ekonomi yang lebih besar bagi masyarakat Riau.

Fokus pembangunan yang disampaikan meliputi akselerasi hilirisasi industri berbasis potensi daerah, penguatan ketahanan pangan melalui efisiensi rantai pasok dan logistik, serta transformasi UMKM agar semakin terintegrasi ke dalam rantai nilai industri besar.

Menurut arahan tersebut, Kadin memiliki posisi penting dalam mempertemukan kepentingan pemerintah dengan pelaku usaha, asosiasi, serta berbagai kelompok dunia usaha.

Rapimprov diharapkan menjadi forum untuk menghasilkan keputusan dan rekomendasi strategis yang dapat memperkuat iklim usaha di Riau.

Dari sisi ketenagakerjaan, BPS mencatat jumlah angkatan kerja Riau pada Mei 2026 mencapai 3,44 juta orang, dengan Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) sebesar 67,58 persen. Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) pada periode yang sama tercatat 4,09 persen.

Kinerja tersebut menjadi bagian dari konteks yang melatarbelakangi dorongan pemerintah agar pertumbuhan ekonomi, investasi, dan aktivitas dunia usaha terus diarahkan pada penciptaan lapangan kerja serta peningkatan manfaat ekonomi bagi masyarakat.

SF Hariyanto juga mengingatkan pentingnya menjaga daya beli masyarakat di tengah dinamika ekonomi. Pemerintah dan dunia usaha didorong untuk mempertahankan momentum pertumbuhan sekaligus memastikan kebijakan ekonomi tetap berpihak pada penguatan ekonomi kerakyatan.

Dalam sambutannya, SF Hariyanto menegaskan bahwa arah pembangunan Riau ke depan perlu bertumpu pada kolaborasi.

“Saya mengajak kita semua untuk menjadikan Rapimprov ini sebagai ruang lahirnya keputusan-keputusan strategis yang memperkuat dunia usaha dan mendorong pertumbuhan ekonomi di Bumi Lancang Kuning,” ujarnya.

Rapimprov Kadin Riau 2026 sekaligus menjadi momentum memperingati HUT Kadin ke-58. Dengan tema ekonomi kerakyatan dan UMKM naik kelas, forum tersebut diarahkan untuk memperkuat peran dunia usaha dalam pembangunan ekonomi daerah sekaligus memperluas konektivitas antara UMKM dan industri.

SF Hariyanto berharap hasil pembahasan Rapimprov dapat menghasilkan rekomendasi yang bermanfaat bagi pembangunan Riau.

Pemerintah Provinsi Riau juga mengharapkan Kadin terus menjadi mitra strategis dalam memperkuat investasi, hilirisasi, ketahanan pangan, logistik, dan pengembangan UMKM.

Dengan pertumbuhan ekonomi Triwulan II 2026 sebesar 4,75 persen dan realisasi investasi Rp20,23 triliun, pemerintah daerah menempatkan kolaborasi dengan dunia usaha sebagai bagian penting dalam menjaga kesinambungan pertumbuhan ekonomi Riau.

Rapimprov Kadin Riau 2026 diharapkan menjadi salah satu forum untuk menerjemahkan capaian tersebut ke dalam agenda dan rekomendasi pembangunan berikutnya. ***

 

Bagikan Berita Ini
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *