PEKANBARU (KLIKRADAR.COM) — Sekitar 30 orang wartawan yang sehari-hari meliput di DPRD Riau kini terpaksa puasa. Pasalnya dana kerjasama di Humas Setwan 7 bulan terakhir tak kunjung cair.
Ketua Wartawan Parlemen Riau (WPR), Edi Gustien saat mencoba mempertanyakan hal itu ke Sekwan DPRD Riau Renaldi, meminta agar wartawan terlebih dahulu mempertanyakan ke PPTK apakah semuanya sudah siap apa belum.
“Barang tuh sudah selesai apa belum. Kalau sudah selesai nanti baru saya tekan,” ucap Sekwan Renaldi via telepon ke Edi Gustien Kamis (29/07/2026).
Sementara Koordinator Humas sekaligus PPTK, Fadil saat dicoba dihubungi hingga berita ini dipublish belum merespon.
Sementara mantan Koordinator Humas DPRD Riau, Tedy Kurniawan mengaku terkait administrasi di Humas Setwan DPRD Riau termasuk administasi wartawan sudah ia serahkan sebelum dirinya mutasi ke Satpol PP.
Tedy mengatakan, lambatnya pencairan dana kerjasama dengan wartawan DPRD Riau, itu diduga karena para pegawai yang baru mutasi tersebut baru belajar membuat Cash Management System (CMS).
“Pasti cair. Memang agak lama karena proses penyesuaian. Kalau soal pajak, itu nanti saat CMS. Mereka terus koordinasi ke saya kok,” tukasnya.
Terkait keuangan tambah Tedy, pihaknya ragu. Soalnya ganti uang (GU) terus habis untuk membayar Sosper sama dewan.
Diberitakan sebelumnya, kinerja Bagian Humas Sekretariat DPRD (Setwan) Riau kembali menjadi sorotan tajam. Hingga penghujung Juli 2026, pencairan dana kerja sama media yang telah dinantikan sejak awal tahun belum juga menunjukkan kepastian.
Kondisi tersebut memicu keresahan di kalangan wartawan yang setiap hari melaksanakan tugas peliputan di lingkungan DPRD Riau.
Macetnya proses pencairan dinilai bukan sekadar persoalan administrasi, tetapi juga mencerminkan lemahnya komunikasi dan pelayanan informasi dari jajaran Humas Setwan DPRD Riau kepada insan pers.
Saat dikonfirmasi, Senin (20/7/2026), Kabag Umum Setwan DPRD Riau, Zulkarnain, hanya menyampaikan bahwa proses masih berada pada tahap verifikasi.
“Iya pak, izin menyampaikan bahwa masih proses verifikasi. Mohon minta waktunya pak,” ujarnya.
Sayangnya, ketika kembali dimintai konfirmasi pada Senin (27/7/2026) mengenai perkembangan hasil verifikasi maupun rencana penandatanganan ulang kuitansi, Zulkarnain tidak lagi memberikan respons.
Sikap serupa juga ditunjukkan Koordinator Tim Humas DPRD Riau, Fadil. Ketua Wartawan Parlemen Riau (WPR), Edi Gustien, mengaku telah berulang kali menghubungi yang bersangkutan melalui telepon maupun pesan singkat untuk meminta penjelasan terkait keresahan para wartawan. Namun hingga berita ini diterbitkan, tidak ada tanggapan.
“Tak ada respons dari Koordinator Tim Humas. Saya sangat kecewa. Seharusnya ia memahami tugas dan fungsinya sebagai humas. Kalau ada pesan atau telepon dari wartawan, seharusnya segera dibalas,” ujar Edi. =fin
