PEKANBARU (KLIKRADAR.COM) — Wakil Kepala sekolah Bidang Kesiswaan SMAN 7 Pekanbaru, Indrianti, tidak menampik jika kenakalan remaja bisa terjadi dimana saja termasuk di sekolah. Guna menangkal hal itu terjadi pihak sekolah dituntut untuk menerapkan kedisiplinan.
“Kalau kenakalan remaja itu kemungkinan di mana-mana saja ada. Karena siswa ini terpengaruh dengan keadaan keluarga, keadaan lingkungan rumah, dan keadaan lingkungan sekolah,” ucapnya saat dikonfirmasi ditengah-tengah kegiatan lomba SMAN 7 Pekanbaru, Kamis (13/08/2026).
Sebagai seorang guru kata Indrianti, pihaknya tetap membina karakter anak supaya tetap berkarakter. Sebab, kalau mereka melakukan misalnya merokok dan lain sebagainya, pihaknya tetap memproses.
“Kita tetap proses, kita punya prosedur, kita punya langkah-langkahnya bagaimana supaya anak ini tetap disiplin. Anak kita yang di sini rata-rata biasa-biasa saja. Bahkan mereka punya kelebihan, mampu ber-ekstsra di luar, gitu,” ujarnya.
Indrianti menjelaskan, kalau dari sisi akademik SMAN 7 Pekanbaru tergoling biasa-biasa saja. Yang menonjol mungkin 1, 2, 3, tetapi kalau untuk ekstra di luar mereka boleh punya kemampuan untuk itu. Makanya pihaknya memacu para siswa seperti itu.
Sementara saat ditanya masalah narkoba di sekolahnya, Indrianti mengaku selama dirinya menjadi guru di SMAN 7 Pekanbaru, belum pernah. Ia mengaku meski sekolahnya berada di zona lintas merah, namun alhamdulillah sampai detik ini pihaknya belum pernah mendapatkannya.
“Kita lihat anak kita ini masih batas-batas normal saja. Artinya, misalnya kalau dia mengantuk itu karena dia kurang tidur, banyak main game, dan lain sebagainya, tapi konsentrasi masih tetap bisa kita panggil,” pungkasnya. =fin
