PEKANBARU (KLIKRADAR.COM) — Kontrak pengelola Hotel Aryaduta Pekanbaru yang merupakan cabang perhotelan di bawah naungan Lippo Group (PT Lippo Karawaci Tbk), akan berakhir bulan Desember mendatang. Untuk kelanjutan hotel milik Pemprov Riau itu akan dikelola sendiri oleh PT Sarana Pembangunan Riau (SPR).
“Pernyataan Dirut SPR, bahwa kontrak hotel Aryaduta Rp200 juta 1 bulan dan itu cash dan itu sudah dibayar. Cuma kapan dimasukkan ke APBD saya lupa namya tadi,” ucap Ketua Komisi III DPRD Riau Edi Basri SH MSi, Senin kemarin.
Ia mengatakan kalau memang Rp200 juta 1 bulan, berarti dalam 6 bulan berarti kita ada Rp1,2 miliar. Artinya itu bisa menambah APBD kita 2026. Nanti kita, kita pertanyakan lagi dalam rapat panitia anggaran, tukasnya.
Berkaitan dengan pengelolaan selanjutnya kata Edi, Dirut SPR Muhamad Harris yang biasa disapa Haris Kampai, punya pemikiran bahwa itu dikelola sendiri. Dan potensinya bisa mencapai Rp500 juta per bulan. Pemikiran Haris Kampai itu pun disambut baik Komisi III DPRD Riau.
“Dan itu kita sambut baik kalau itu memang bisa terlaksana dengan baik. Tapi yang harus kita pertimbangkan adalah hendaknya pengelolaan ini dalam bentuk kesinambungan yang jangka panjang. Jangan hanya nanti bersifat tentatif aja. Beberapa bulan setelah itu nanti berpindah tangan lagi, kita enggak mau seperti itu,” ucap politisi fraksi Gerindra itu.
Edi mengakui nilai ekonomis diutamakan akan tetapi nilai kesinambungan harus lebih prioritas, supaya aset tidak terlantar. Karena ketika berganti manajemen itu juga akan mengancam keberadaan aset. Terlebih karena kondisi Hotel Aryaduta perlu renovasi, ucapnya.
“Setidaknya memerlukan dana Rp45 sampai Rp50 miliar untuk renovasi, baru segar dan nyaman lagi sebagai sebuah hotel,” ujarnya.
Disisi lain Edi juga mengatakan bahwa Hotel Arayaduta itu tidak bisa dipersepsikan sebagai hotel lainnya, karena ini simbol daerah.
“Tidak boleh ada hiburan malam di situ, sudah jelas itu. Karena ini hotel simbol daerah dan itu terletak di jalan trotoar, di mana di depannya Lembaga Adat dan juga di sampingnya rumah gubernur, dan di samping paling dekat lagi adalah rumah Kapolda. Lucu kan kalau di situ tempat hiburan malam orang,” pungkasnya =fin
