PEKANBARU (KLIKRADAR.COM) — Camat Tapung Hulu kabupaten Kampar, Nuryadi, mengaku berterimakasih kepada Komisi IV DPRD Riau yang telah memfasilitasi masyarakat Tapung Hulu untuk bisa menyampaikan permasalahan terkait kerusakan 2 ruas jalan di wilayahnya.
“Sekali lagi apresiasi salam hormat kami masyarakat Tapung Hulu kepada Ketua dan seluruh anggota Komisi IV DPRD Riau yang telah memfasilitasi kami. Dan kami juga berterima kasih kepada beliau yang ingin menjadwalkan lagi pertemuan dengan perusahaan dan elemen yang ada,” ujarnya usai pertemuan dengan Komisi IV DPRD Riau, Senin (12/10/2026).
Nuryadi mengungkapkan bahwa ada dua ruas jalan di Kecamatan Tapung Hulu yang patut diprioritaskan. Pasalnya, kedua ruas jalan tersebut kini mengalami kerusakan parah.
Pertama, jalan dari Sukaramai menuju Lima Desa atau Intan Jaya, kantor-kantor camat. Kedua, jalan dari Sukaramai menuju Talang Danto.
“Ruas jalan dari Sukaramai menuju kantor camat, itu kurang lebih 16 kilometer. Dari kantor camat Semenanti ini menuju Lima Desa, kurang lebih 9,5 kilometer. Itu juga ruas jalan utama, keseharian kita juga menuju ke Kabupaten wilayah Kabupaten Rohul,” ucapnya.
Nuryadi menilai, kedua ruas jalan tersebut sangat diperlukan karena akses utama masyarakat untuk sekolah anak-anak, dan ibu untuk ke pasar.
Selain itu ruas jalan tersebut merupakan jalan pintas perekonomian masyarakat seperti transportasi sawit menuju ke wilayah Rokan Hulu.
Kondisi jalan saat ini ucap Nuryadi, ada yang tambal sulam. Ia mencontohkan, dalam 1 kilometer mungkin ada 1 meter atau setengah meter lubang, begitu seterusnya. Alhasil, banyak mobil yang terguling dan roboh menutupi ruas jalan.
“Nah, inilah kendala kita karena akses yang dilalui oleh masyarakat atau perusahaan untuk melewatinya. Mungkin banyak mobil perusahaan, mobil masyarakat juga yang terbalik melintasi jalan ini,” katanya.
Sementara saat ditanya mengenai kontribusi 21 perusahaan yang ada di wilayahnya, Nuryadi mengatakan, seluruh elemen tokoh di masyarakat Tapung Hulu, ninik mamak, kepala desa, pemuda, tokoh masyarakat dan perusahaan seta pihaknya dari Kecamatan sudah rutin melakukan musyawarah sekali dalam tiga bulan rapat. Namun kontribusi perusahaan memang sekadar fungsional saja.
“Mereka ngasih tanah timbun atau sirtu, sementara kendaraan yang melintas bertonase besar. Sehingga, dalam waktu 2-3 hari atau 1 bulan paling lama, sudah lubang lagi. Kalau ngomong kontribusi, kami terima kasih juga. Namun butuh peningkatan akses jalan itu karena mobil besar yang lewat,” ucapnya.
Saat ditanya mengenai pembatasan tonase kendaraan yang melintasi jalan, Nuryadi mengatakan Pemkab Kampar sudah turun langsung ke lapangan bersama Dinas PU termasuk perusahaan dan seluruh warga. Bahkan, Wakil Bupati Misharti dan Bupati sudah turun langsung melakukan peninjauan.
Ia mengatakan, jika pembatasan tonase itu dilakukan, pihaknya khawatir akan berimbas ke masyarakat. Karena jika hanya dilintasi mobil-mobil kecil otomatis kos menjadi tinggi.
Sedangkan nanti mobil perusahaan adalah tangki kalau lewat, otomatis nggak bisa kita belah dua. Tangki ini kan besar. Kalau punya perusahaan masyarakat ini kita batasi, otomatis perusahaan harus kita batasi. Ini tidak bijak,” tukasnya.
Nuryadi pun berharap agar pertemuan dengan Komisi IV DPRD Riau hari ini dapat memfasilitasi masyarakat Tapung Hulu terkait kerusakan jalan untuk menjadwalkan pertemuan kembali dengan perusahaan, pungkasnya. =fin
