PEKANBARU (KLIKRADAR.COM) — Dari Rp289 miliar pagu anggaran Dinas PUPR Riau tahun 2027, hanya Rp150 miliar untuk menangani jalan. Artinya, jika anggaran tersebut digunakan untuk menangani kondisi jalan yang ekstrim, akan sangat jauh dari harapan.
Hal itu disampaikan Ketua Komisi IV DPRD Riau, Ma,mun Solihin usai menerima keluhan masyarakat yang dikoordinir oleh Camat Tapung Hulu, Nuryadi, Senin (12/10/2026).
“Iya betul, seperti disampaikan bahwa pagu Dinas PU itu tahun 2027 berkurang banyak. Kemudian dia hitung-hitung tadi kalau untuk jalan ini hanya bisa membangun jalan provinsi di Riau sekitar 15 kilometer.
Artinya, kalau dibuat di jalan-jalan yang ekstrem, ini kan sangat jauh dari harapan. Tentunya harus ada prioritas-prioritas,” ucapnya.
Anggota DPRD Riau dapil Kampar itu mengatakan, sesuai penyampaian Kepala UPTD PUPR bahwa di wilayah kecamatan Tapung Hulu ada 2 kilometer jalan yang cukup kritis.
Sementara ruas jalan Suram-Intanjaya yang menjadi kewenangan provinsi sekitar 29 kilometer lebih, tentunya titik kritisnya itu yang paling penting, ucapnya.
“Jalan kritis itu tentu tidak selesai dengan anggaran provinsi saja. Maka ini harus ada skema lain seperti kayak DBH Sawit. DBB DPH Sawit ini kan harus koordinasi dengan teman-teman di pusat,” ucap Solihin.
Lebih jauh ucap politisi fraksi PDIP itu, ada skema lain seperti CSR yang dilaksanakan di Lipat Kain, Simpang Manggala dan sebagainya itu.
Terkait hal itu, Solihin mengatakan bahwa dalam rapat tadi, sudah ada kesepakatan bahwa Komisi IV DPRD Riau akan mengundang perusahaan-perusahaan yang ada di wilayah itu di kantor Camat Tapung Hulu.
“Nanti akan kita undang bapak bupati, kemudian perusahaan-perusahaan, Komisi IV DPRD Riau, Dinas PUPR untuk solusi, terkait dengan aspirasi yang masyarakat yang disampaikan tadi,” tandasnya.
Solihin membenarkan bahwa keterbasan fiskal menjadi kendala. Oleh karena itu, meski penanganan jalan tersebut merupakan kewenangan Provinsi, Solihin mengajak semua pihak untuk bergotong royong. Sebab, konsep membangun negara bangsa itu dengan gotong royong. Untuk itu mari kita menjalankan kembali, ajaknya. =fin
