PEKANBARU (KLIKRADAR.COM) — Sebanyak 15 calon KI dan 21 calon KPID yang sudah menjalani Uji kelayakan dan kepatutan (fit and proper test) di Komisi I DPRD Riau, hasilnya akan diumumkan pada rapat paripurna DPRD Riau beberapa hari kedepan.
Saat ini nama-nama kedua lembaga yang dinyatakan lulus itu, tengah dikonsultasikan dengan pimpinan DPRD Riau.
Hal itu disampaikan Ketua Komisi I DPRD Riau, Nur Azmi Hasyim, saat dikonfirmasi terkait nama-nama Komisi Informasi (KI) dan Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Riau yang dinyatakan lulus fit and proper test, Selasa (11/08/2026).
“Iya, kita langsung plenokan semalam. Selanjutnya kita akan konsultasikan ke pimpinan. Setelah pimpinan ACC terkait data dan lain-lain semua lengkap, nanti insya Allah baru kita jadwalkan di Bamus untuk diparipurnakan. Baik komisioner KI yang terpilih maupun KPID, termasuk juga cadangan, begitu,” ucapnya.
Nur Azmi mengaku, pleno yang digelar semalam dilakukan sampai jam 22.00 WIB. Hasil fit and proper test semalam akan diserahkan ke pimpinan hari ini.
“Nantinya pimpinan akan melihat semuanya baik itu terkait data, administrasi dan hasil pleno. Setelah di-ACC, baru di Bamuskan,” tukasnya.
Nur Azmi pun berjanji, nama-nama yang sudah di plenokan sudah final dan tidak akan berubah lagi, kecuali jika pimpinan melihat ada cacat prosedur atau bagaimana gitu, ucapnya.
“Pokoknya Komisi I sudah selesai. Baik itu yang totalnya 15 orang mapun KPID itu 21 orang, hadir semuanya. Dan alhamdulillah seperti yang saya sampaikan kemarin, hasil seleksi dari Timsel ini sangat luar biasa, sangat membantu. Sehingga yang kami wawancarai atau kami lakukan fit and proper test, semua berbobot begitu,” tukasnya.
Lebih jauh jelas Nur Azmi, dari 15 nama KI menjadi 5 nama. Kemudian dari KPID dari 21 nama menjadi 7 nama. Sehingga dalam fit and proper test Komisi I DPRD Riau harus memilih nilai tertinggi.
Terkait isu intervensi, Nur Azmi mengatakan, kalau lihat hasil pleno tadi malam itu nilainya fluktuatif, atau tidak tidak sama begitu kan.
“Jadi tidak ada intervensi. Yang jelas tambah Nur Azmi bahwa baik KI maupun KPID punya perwakilan perempuan,” pungkasnya. =fin
