Dipimpin Haris Kampay, SPR Dijamu PHR untuk yang Pertama Kali

3 Menit Membaca

PEKANBARU (KLIKRADAR.COM) — Untuk yang pertama kali setelah PT. SPR (Sarana Pembangunan Riau) dipimpin Ditektur Dr. H. Haris Kampay dijamu oleh PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) sejak berdiri dan beroperasional pada tahun 2018.

Kedatangan Haris Kampay dan rombongan disambut langsung oleh General Maneger PHR wilayah Riau Andre Wijanarko di Kantor Utama PHR di Rumbai, Rabu (14/6).

Hadir dalam pertemuan itu, selain Andre Wijanarko dan jajarannya, sementara dari SPR sekalian Dr. H. H niaris Kampai juga terlihat Komisaris SPR Sri Irianto, Sekretaris SPR Hariyanto Karim, Komisaris dan Direktur PT. SPR Cipta Lestari Syuryadi Khusaini dan Fajar Simanjuntak, Direktur SPR Trada, Suwandi dan lain-lain.

Terkait penerimaan tersebut Haris Kampay mengucapkan apresiasi atas sambutan yang begitu cepat dari PHR.

“Saya mengucapkan terimakasih atas sambutan PHR yang merespon begitu cepat atas permohonan kita. Saya berharapan silahturahmi ini selain memperkenalkan diri dengan manageman yang baru yang saya pimpin, saya juga berharap ini merupakan langkah awal kita untuk membangun komunikasi yang intensif ke depannya,” tegas Haris Kampay.

Sementara itu Komisaris SPR Sri Harianto mengatakan kehadiran SPR saat ini, dengan tujuan ingin berperan dan terlibat dan menjadi bahagian di PHR.

Sebagai BUMD (Badan Usaha Milik Daerah) diberi target dalam memberi sumbangan terhadap PAD (Pendapatan Asli Daerah) Riau. “Singkat cerita kami berharap ada pekerjaan yang dapat kami kerjakan,” tegas Sri.

Hal yang sama disampaikan Direktur Trada Suwandi. Menurut Suwandi, singkat cerita SPR datang untuk mintak pekerjaan, tentu dengan mengikuti aturan dan prosedur yang berlaku.

Menjawab pertanyaan tersebut, Andre Wijanarko mengatakan PHR membuka diri terhadap harapan SPR. Oleh sebab itu, dirinya menyatakan dilakukan pertemuan khusus untuk membicarakan secara detail, terkait prosedur dan persyaratan yang harus dipenuhi.

“Kita tetap membuka diri apa lagi bagi BUMD seperti SPR. Namun, bagai mana pun tetap mengikuti ketentuan, prosedur dan persyaratan yang berlaku,” tegas Andre.

Oleh sebab itu, ke depan menurut Andre harus dilakukan pertemuan secara intensif antara SPR dan PHR untuk membicarakan, peluang dan persyaratan yang harus diikuti.

Pertemuan yang berlangsung lebih kurang satu jam tersebut, diakhiri dengan foto bersama dan menikmati sajian makanan ringan yang disediakan PHR. ***

 

Bagikan Berita Ini
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *