Ketua Fraksi Gerindra Ingatkan BEM UIR

4 Menit Membaca
CREATOR: gd-jpeg v1.0 (using IJG JPEG v62), quality = 82?

PEKANBARU (KLIKRADAR.COM) — Ketua Fraksi Gerindra DPRD Provinsi Riau, Ginda Burnama menyebut, sebagai mantan aktivis dan juga pernah Wakil Presiden Mahasiswa Kampus Trisakti di era reformasi.

Pihaknya melihat statement BEM UIR pada aksi unjuk rasa (unras) di gedung DPRD Riau pada Kamis (11/06/2026) lalu, narasinya tidak betul.

“Saya melihat statemen BEM UIR itu bukan statemen dari seorang aktifis. Tapi lebih ke statement-statement yang diisi dengan narasi-narasi yang tidak betul. Narasi-narasi yang ingin menghancurkan bangsa dan negara ini,” ucapnya, Senin (15/06/2026).

Seharusnya kata Ginda, narasi bagaimana membangun, memberi semangat kepada seluruh elemen-elemen yang ada di seluruh masyarakat Indonesia. Selaku kader, partai Gerindra, tidak antikritik.

”Hal ini terbukti dari konsistensi Presiden memberantas korupsi serta keberpihakannya ke masyarakat dengan program-program yang jelas,” ujarnya.

“Kalau yang salah itu adalah oknum-oknum, hari ini sudah diproses. Saya harap kepada masyarakat, kepada adik-adik kita mahasiswa, mari bersama-sama kita jaga Indonesia, kita jaga Provinsi Riau hari-hari ini. Dengan mengkritik bagaimana membangun, mengoreksi bersama dengan tutur bahasa kita sebagai orang Melayu,” ujarnya.

Menurutnya, sebagai orang yang beragama, seorang pemuda intelektual, bisa mengkritik dengan bahasa yang santun, sopan, dan baik. Karena itu menjadi cerminan kita ke depan.

“Kita hidup bukan untuk tahun ini saja, masih ada 10 tahun, 20 tahun, 30 tahun ke depan kita hidup nantinya untuk membangun. Dan kita juga tidak tahu apakah kita mampu kuat ketika dititipkan amanah dan jabatan tersebut.

Menyikapi hal itu pihaknya merasa seluruh kader Gerindra di Indonesia, baik dari fraksi Gerindra ataupun dari fraksi yang lain melihat hari ini sudah banyak bergerak. Mungkin dari teman-teman media bisa melihat pergerakan-pergerakannya, ucapnya.

Ginda mengatakan, pada intinya negara kita bukan anti kritik, tapi negara kita adalah negara yang terbuka, demokrasi. Sampai hari ini Presiden tidak berstatement negatif terhadap aksi unras tersebut.

”Presiden terus berjalan memikirkan bagaimana 280 juta masyarakat Indonesia, akan dapat program-program yang tepat sesaran,” tukasnya.

Sementara,saat ditanya apakah narasi unras BEM UIR itu berasal dari parpol tertentu, Ginda mengatakan kalau namanya politik bisa-bisa saja. Tapi pada intinya hari ini fraksi Gerindra di DPR RI dimanapun hari ini betul-betul menjaga. Artinya, konsistensi Presiden dengan kawan-kawan partai politik hari ini sudah berjalan dengan baik.

“Mungkin di luar di luar Indonesia yang tidak nyaman hari ini. Pergerakan-pergerakan hari ini yang membuat negara-negara luar sana yang tidak nyaman melihat kita bersatu padu membangun Indonesia yang lebih baik.

Saat disinggung masalah MBG yang menjadi salah satu tuntutan BEM UIR, Ginda mengatakan kalau MBG seperti yang ia update statement, semuanya tidak setuju, semuanya mendukung. Hanya merubah polanya atau oknum-oknumnya segera ditindak.

“Tidak ada satu masyarakat pun yang di WA pribadi saya menyatakan untuk ditutup. Artinya, itu baru dari saya, mungkin dari dewan lain ada juga, tidak ada yang menyatakan itu, malahan untuk diperbaiki, diberi masukan. Kalau bisa jangan pengusahanya, tapi kasihlah yang di bawah-bawah sana, yaitu pada penjaga kantin, orang kantin, yang punya kantin, ataupun UMKM, lebih ke sana sebenarnya,” pungkasnya. =fin

Bagikan Berita Ini
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *