PEKANBARU (KLIKRADAR.COM) — Pajak kendaraan bermotor dan pajak Bahan Bakar Minyak (BBM) selama 3 bulan terakhir mengalami kenaikan sekitar Rp110 miliar.
Terkait hal itu Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan Pansus Optimalisasi Pendapatan Daerah DPRD Riau didorong untuk terus bergerak.
“Iya, memang dari pajak kendaraan bermotor dan pajak BBM itu sudah mengalami kenaikan. Dalam 3 bulan terakhir ini kawan-kawan OPD dan Pansus optimalisasi pendapatan DPRD Riau bergerak, itu sudah mengalami kenaikan lebih kurang Rp110 miliar. Itu baru dari beberapa item saja,” ucap Ketua DPRD Riau Kaderismanto usai paripurna, Selasa (21/04/2026).
Ia pun optimis APBD Riau tahun 2027 mendatang bisa dua digit. Pasalnya, pemotongan TKD oleh pemerintah pusat membuat Pemprov Riau lebih giat untuk menggali semua potensi pendapatan daerah.
“Selama ini belum dapat dimaksimalkan, sehingga dengan beberapa gebrakan pada hari ini kita berkeyakinan bahwa dari beberapa sektor akan dapat mengalami kenaikan,” ujarnya.
Salah satunya ucap Kaderismanto, terkait dengan DPRD Riau yang akan ikut bersama-sama mendorong percepatan rancangan peraturan daerah.
Ia mengatakan, ada beberapa revisi peraturan daerah yang terkhusus untuk peningkatan pendapatan yang akan diprioritaskan.
Politisi fraksi PDI Perjuangan itu mengakui bahwa dirinya kemarin sempat berdiskusi dengan seluruh fraksi yang ada di DPRD Riau untuk merevisi Promperda. Tujuannya untuk dapat mendahulukan Perda yang terkait dengan pendapatan.
“Seperti kemarin pak Gubernur, kami Fokompimda itu rapat bersama dengan pihak Agrinas. Ada wacana untuk menyerahkan puluhan ribu lahan, namun angka pastinya belum diketahui berapa. Mungkin dua atau tiga puluh ribu itu belum tahu juga angka pastianya,” ujarnya.
Yang jelas kata Kaderismanto, sudah ada pembicaraan kearah itu untuk menyerahkan lahan perkebunan Agrinas ke Pemprov Riau yang nanti akan dikelola oleh BUMD Riau. Jika itu terjadi maka dapat menambah target pendapatan.
Terkait kuota BUMD tambahnya, hari ini DPRD Riau, sudah mendapat lampu hijau dari Pertamina untuk memberikan data. Sehingga yang tidak membeli BBM dari Riau pajaknya tidak masuk ke Riau.
“Mudah-mudahan dengan beberapa gebrakan ini Pansus kita harapkan terus bergerak, Forkompimda kompak bersama dengan pak Gubernur. Kita tetap dorong, kita dukung bersama-sama agar beberapa target itu memang betul-betul dapat kita capai maksimal sehinggs APBD kita tahun 2027 bisa menjadi Rp10 triliun lebih,” pungkasnya. =fin
