Tak Dapat Hadir di Paripurna, Ini Tujuan Gubernur ke Jakarta Kemarin

3 Menit Membaca

PEKANBARU (KLIKRADAR.COM) — Rapat paripurna DPRD Riau dengan agenda, rekomendasi persetujuan dewan atas penyampaian laporan hasil kerja Pansus LKPJ Kepala daerah tahun 2025, akhirnya dihadiri langsung oleh Plt Gubernur Riau, SF Hariyanto.

Dalam kesempatan itu SF Hariyanto menyampaikan permohonan maaf atas ketidakhadirannya saat paripurna, Senin (20/02/2026).

“Saya mohon maaf, tidak bisa hadir, khususnya pak Edi Basri. Saya kemarin tidak bisa hadir karena ada tugas rapat dengan pak Menteri Kehutanan, pak Sekjend dalam rangka besok rapat dengan Duta Besar Inggris dengan pimpinan pak Edi Basri juga besok,” kata SF Hariyanto, Selasa (21/04/2026).

Selain itu dirinya ke Jakarta terkait masalah gas karbon. Nah, ini besok kami rapat. “Alhamdulillah juga dalam rangka kesiapan Provinsi Riau dalam implementasi program pemerintah pusat untuk mengelola gas karbon yang cukup besar,” tambahnya.

“Kita diberikan kepercayaan oleh pusat untuk mengelola gas karbon yang mencapai 80 persen. Khusus dengan Duta besar Inggris, Insya Allah di perubahan Provinsi Riau,” ucap SF Hariyanto lagi.

Yang kedua, sambung SF Hariyanto, pihaknya juga melaporkan masalah TNTN. Dan perkembangannya agak mandek sedikit terkait masalah lahan relokasi.

Pasalnya, lahan relokasi ini sudah diajukan kepada Menteri Pertahanan dan Jaksa Agung. Terkait hal itu didepan rapat paripurna yang dipimpin oleh ketua DPRD Kaderismanto itu pihaknya meminta agar rapat sepanjang Sabtu nanti (tiga hari dari hari ini, red) menggelar rapat.

“Saya minta waktu rapat khusus nanti membahas TNTN akan dipersiapkan waktunya oleh ketua semoga ini cepat selesai,” ucapnya.

Yang ketiga tambah SF Hariyanto, pihaknya juga melaporkan di depan rapat paripurna DPRD Riau masalah perkembangan pendapatan daerah Riau.

“Alhamdulillah pemerintah Provinsi Riau diberi kepercayaan dengan Agrinas untuk mengelola perkebunan. Dan alhamdulillah nanti juga pabrik juga semua angkutan mungkin bisa kita memilih,” ucap dia yang disambut seisi ruangan paripurna.

SF Hriyanto pun mengucapkan terima kasih juga kepada Ketua Pansus terkait hasil pendapatan Riau bulan Maret tahun lalu dibanding tahun ini yang jauh berubah.

“Ini kerja Pansus, kolaborasi dengan Forkopimda dan insyaAllah semoga ini tidak ada halangan. Dari pajak kendaraan bermotor ini sudah naik secara signifikan, dan begitu juga dari PBBKB. Ini sudah banyak wajib pajak yang mendaftar, dan sudah banyak yang kita dapatkan, ini luar biasa,” ucapnya.

SF Hariyanto pun sudah meminta Sekdaprov Riau, Syahrial Abdi agar APBD tahun 2027 mendatang minimal Rp10 triliun. Karena dari sejumlah pajak yang didapat, dari sawit dan dari karbon.

“Alhamdulillah, kita berdoa bersama kita bekerja keras, insya Allah, bisa merubah Riau ke depan. Ini pak Ketua, kami laporkan terus perkembangan. Mudah-mudahan bulan ini pemerintah Provinsi Riau bisa keluar perijinan untuk mengelola sawit,” pungkasnya.

Selanjutnya SF Hariyanto pun tak lupa mengucapkan selamat hari Kartini kepada seluruh kaum ibu yang jatuh pada hari ini, khususnya kepada isterinya yang juga anggota DPRD Riau, Adrias. =fin

Bagikan Berita Ini
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *