Wakapolda Minta Tim Gabungan Bergerak Tangkap Pelaku Bentrokan Maut di Rohul

3 Menit Membaca

ROKAN HULU (Klikradar.com) — Wakapolda Riau, Brigjen Pol Hengki Haryadi menginstruksikan tim gabungan untuk menangkap seluruh pihak yang terlibat dalam aksi bentrokan, berujung maut di Kecamatan Bonai Darussalam, Kabupaten Rokan Hulu (Rohul).

Instruksi ini diberikan setelah lima orang  ditetapkan sebagai tersangka. Tiga di antaranya, yakni SG, OH, dan AZ, sudah ditahan.

Sementara dua lainnya, berinisial AL dan JL, berstatus daftar pencarian orang (DPO).

Untuk mengungkap kasus ini secara menyeluruh, tim gabungan dari Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Riau bersama Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Rohul telah diturunkan ke lokasi kejadian.

“Saya menginstruksikan secara tegas kepada seluruh jajaran untuk memburu dan menangkap semua pihak yang terlibat tanpa pengecualian,” tegas Hengki, Rabu (11/2).

Menurut Waka Polda Riau, aksi bentrokan tersebut memicu keresahan di tengah masyarakat semitar. Karena itu, Hengki menegaskan tidak ada ruang bagi tindakan premanisme maupun aksi anarkis yang dapat mengganggu ketertiban dan keamanan masyarakat di wilayah Bumi Lancang Kuning.

Selaku pimpinan wilayah, Wakapolda meminta Kapolres Rohul AKBP Emil Eka Putra beserta seluruh jajaran penyidik untuk bertindak cepat dan profesional dalam menangani perkara tersebut.

“Saya instruksikan kepada Kapolres dan seluruh jajaran penyidik, kejar dan tangkap semua yang terlibat. Tidak ada kompromi bagi siapa pun yang melanggar hukum dan melakukan kekerasan,” tegas Brigjen Hengki.

Saat ini, sebut Wakapolda, tim gabungan juga melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), memeriksa saksi-saksi, serta mengumpulkan barang bukti tambahan.

Termasuk menelusuri rekaman kamera pengawas (CCTV) guna mengidentifikasi peran masing-masing pelaku, baik sebagai aktor intelektual maupun eksekutor di lapangan.

Wakapolda berjanji pihaknya akan melakukan penegakan hukum secara profesional, transparan, dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

“Tim gabungan juga melakukan penyisiran di sejumlah titik untuk memastikan situasi tetap kondusif dan mencegah potensi aksi balasan,” ujarnya.

Hengki juga mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak terprovokasi isu-isu yang beredar di media sosial.

Ia meminta masyarakat mempercayakan sepenuhnya penanganan kasus ini kepada aparat penegak hukum serta tidak melakukan tindakan yang dapat memperkeruh situasi.

“Kami pastikan kasus ini ditangani secara serius dan tuntas. Masyarakat tidak perlu khawatir, keamanan akan terus kami jaga,” ujar Wakapolda Riau.***

Bagikan Berita Ini
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *