PWI Riau Buka Puasa Bersama, Santuni Anak Yatim dan Tegaskan Integritas  

3 Menit Membaca

PEKANBARU (Klikradar.com) — Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Provinsi Riau bersama Ikatan Keluarga Wartawan Indonesia (IKWI) menggelar buka puasa bersama sekaligus santunan anak yatim di Gedung PWI Riau, Jalan Arifin Ahmad, Kota Pekanbaru, Selasa (10/3/2026). 

Kegiatan yang memuat puluhan wartawan dan keluarga insan pers ini menjadi momentum memperkuat kebersamaan sekaligus menegaskan komitmen menjaga integritas jurnalistik dunia. 

Suasana kebersamaan mulai terasa sejak sore hari. Para wartawan, pengurus PWI, serta keluarga besar pers yang berkumpul di halaman dan ruang utama Gedung PWI Riau. 

Selain berbuka puasa bersama, kegiatan juga diisi dengan pemberian santunan kepada anak-anak yatim serta tausiyah Ramadhan yang disampaikan oleh Ustadz Abdul Somad usai salat tarawih berjamaah. 

Ketua PWI Riau Raja Isyam Azwar mengatakan kegiatan tersebut merupakan agenda rutin yang digelar setiap Ramadhan sebagai sarana mempererat silaturahmi sekaligus memperkuat nilai-nilai spiritual di kalangan insan pers. 

“Kegiatan ini bukan sekedar buka puasa bersama, namun juga momentum memperkuat kebersamaan serta menegaskan komitmen wartawan untuk tetap menjaga profesionalisme dan integritas dalam menjalankan tugas jurnalistik,” ujar Raja Isyam Azwar. 

Ia menegaskan, keberadaan Gedung PWI Riau juga menjadi simbol komitmen organisasi dalam menjaga marwah pers di daerah. 

“Gedung ini bukan sekedar tempat berkumpul, namun juga menjadi simbol komitmen PWI Riau dalam menjaga organisasi marwah serta mendukung kerja jurnalistik yang bertanggung jawab,” katanya. 

Raja juga merasakan tantangan yang dihadapi dunia pers di era perkembangan teknologi informasi yang semakin cepat. 

Menurutnya, arus informasi di media sosial sering kali bergerak lebih cepat dibandingkan proses verifikasi yang dilakukan media arus utama. 

“Informasi di media sosial sangat cepat menyebar, namun tidak semuanya memiliki akurasi yang bisa dipertanggungjawabkan. Oleh karena itu media profesional harus tetap menjaga kualitas berita agar kepercayaan masyarakat tidak hilang,” ujarnya. 

Ia juga menyoroti fenomena munculnya pihak-pihak yang mengaku sebagai wartawan namun tidak menjalankan tugas sesuai standar profesi dan kode etik jurnalistik. 

“Ini menjadi tantangan bagi kita semua. Wartawan harus bekerja sesuai kode etik agar profesi ini tetap dihormati dan dipercaya masyarakat,” tegasnya. 

Sementara itu, dalam tausiyah Ramadhan, Ustadz Abdul Somad betapa pentingnya integritas bagi seorang wartawan, terutama di tengah derasnya arus informasi. 

“Opini publik hari ini sangat dipengaruhi oleh apa yang dipublikasikan. Wartawan memiliki peran besar dalam membentuk cara memandang masyarakat,” ujar Ustadz Abdul Somad. 

Ia menegaskan bahwa pers harus memiliki integritas yang kuat agar informasi yang disampaikan tidak menyesatkan masyarakat. 

“Penting bagi wartawan untuk memiliki integritas tinggi guna menyelamatkan masyarakat dari informasi yang salah,” katanya. 

Melalui kegiatan tersebut, PWI Riau berharap kebersamaan dan solidaritas di kalangan insan pers terus terjaga, sekaligus memperkuat komitmen wartawan dalam menghadirkan informasi yang akurat, berimbang, dan dapat dipercaya masyarakat. ***

Bagikan Berita Ini
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *