PEKANBARU (Klikradar.com) — Pelaksana tugas (Plt) Gubernur Riau SF Haryanto bersama Aliansi Mahasiswa dan Masyarakat Pelalawan (AMMP) menyepakati relokasi masyarakat sebagai bagian dari percepatan pemulihan kawasan Taman Nasional Tesso Nilo (TP2TNTN), Jumat (13/2).
Dalam pertemuan audiensi, Plt Gubri menjamin proses relokasi mengedepankan sikap humanis dan pendekatan kepada masyarakat.
Selain itu, ungkap Haryanto, pihaknya juga akan menyediakan sarana dan prasarana memadai di lokasi relokasi.
Audiensi yang berlangsung di ruang melati Kantor Gubernur Riau tersebut membahas perkembangan pemulihan kawasan TNTN serta masukan dari masyarakat Pelalawan terkait program pemerintah.
Usai audensi, SF Haryanto mengatakan, pemerintah dan AMMP telah mencapai kesepakatan bersama mengenai langkah percepatan pemulihan kawasan konservasi tersebut.
“Alhamdulillah kita sudah sepakat dengan teman-teman semua (AMMP). Telah kita sampaikan juga program dan dasar hukum kita dalam melaksanakan kegiatan Tim Percepatan Pemulihan Taman Nasional Tesso Nilo (TP2TNTN),” ujar SF Haryanto.
Ia menegaskan, tim akan tetap menjalankan proses relokasi terhadap masyarakat yang telah menyerahkan lahan sawitnya kepada pemerintah, termasuk dokumen administrasi kepemilikan lahan.
“Kita tetap bekerja untuk merelokasi masyarakat yang telah menyerahkan surat menyuratnya,” katanya.
SF Haryanto memastikan tidak ada masyarakat yang akan ditinggalkan dalam proses tersebut.
Pemerintah akan terlebih dahulu menyiapkan fasilitas pendukung seperti sekolah, tempat ibadah, serta infrastruktur lainnya sebelum pemindahan dilakukan.
“Tidak ada masyarakat yang ditinggalkan. Kita akan selesaikan dulu sarana dan prasarananya, baik sekolah, tempat ibadah dan lainnya. Kalau semua sudah selesai baru kita pindahkan masyarakatnya,” tegasnya.
Berdasarkan data pemerintah, saat ini sekitar 3.900 subjek kepemilikan dengan total luasan lahan mencapai 10.000 hektare telah diserahkan kepada pemerintah.
Haryanto mengungkapkan, untuk mendukung relokasi, pemerintah telah menyiapkan lahan seluas 632 hektare dan akan berkoordinasi dengan Satuan Tugas Penertiban Kawasan Hutan (Satgas PKH).
Disisi lain, Pemprov Riau bersama tim TP2TNTN juga terus mempercepat upaya pemulihan kawasan melalui program penghijauan.
Pemerintah menargetkan reboisasi pada lahan seluas 2.400 hektare sebagai bagian dari upaya mengembalikan fungsi ekologis kawasan.
“Akan dilakukan reboisasi pada lahan seluas 2.400 hektare. Ini kita usahakan segera mungkin ditanam ulang untuk penghijauan, dan nanti kita laporkan ketersediaan lahan kepada Kementerian Kehutanan,” pungkasnya. ***
