PEKANBARU (Klikradar.com) — Tim Keamanan dan Ketertiban (Kamtib) Lapas Kelas II A Pekanbaru, kembali menemukan barang terlarang hasil razia mendadak yang menyasar kamar hunian Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP).
Barang terlarang tersebut antara lain seperti, gunting, senjata tajam, potongan besi dan kabel listrik.
“Barang terlarang ini langsung di data dan disita oleh petugas keamanan dan ketertiban untuk di inventarisir,” kata Heru Prabowo, selaku Seksi Keamanan dan Ketertiban (Kamtib).
Langkah selanjutnya, sebagai bentuk transparansi hasil razia yang didapatkan akan didata untuk selanjutnya di musnahkan.
“Selain razia fisik, tim Kamtib juga terus melakukan penguatan mental dan pengarahan kepada warga binaan agar senantiasa mematuhi aturan yang berlaku di dalam lembaga,” ujar Heru.
Lebih lanjut sebut Heru, razia mendadak seperti ini akan terus mengintensifkan pengawasan sebagai langkah deteksi dini. Sekaligus memastikan lingkungan Lapas tetap kondusif.
“Kami akan terus berupaya menguatkan fungsi keamanan dan ketertiban di dalam lapas. Melalui razia ini, kami ingin memastikan tidak ada celah bagi gangguan kamtib. Ini adalah bagian dari langkah akselerasi untuk menciptakan lingkungan pemasyarakatan yang aman, tertib, dan berintegritas sesuai dengan target 15 program aksi kementerian,” tegas Heru.
Kepala Lapas Kelas IIA Pekanbaru, Yuniarto, menegaskan, razia mendadak ini menyasar berbagai barang terlarang seperti alat komunikasi ilegal, senjata tajam, hingga barang-barang lain yang dilarang berada di dalam Lapas.
Petugas menyisir setiap sudut kamar hunian dengan tetap mengedepankan pendekatan yang humanis namun tegas.
Yuniarto, menegaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar rutinitas, melainkan bagian dari implementasi kebijakan pusat.
“Razia rutin ini merupakan perwujudan nyata dari komitmen kami dalam menjalankan arahan pimpinan. Fokus utama kami adalah memastikan Lapas Pekanbaru bersih dari segala bentuk barang terlarang guna mendukung penuh 15 Program Aksi yang telah dicanangkan oleh Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Kemenimipas),” ujar Yuniarto.
Yuniarto juga menambahkan bahwa keamanan merupakan pondasi utama agar proses pembinaan bagi warga binaan dapat berjalan dengan optimal.***
