Pencairan Dana PIP Disdik Riau Baru 23 Persen

4 Menit Membaca

PEKANBARU — Untuk membantu keluarga kurang mampu agar tidak putus sekolah hingga ke jenjang SMA/SMK, Pemerintah pusat tahun 2025 mengucurkan Program Indonesia Pintar (PIP) ke Provinsi Riau sebesar Rp11 miliar lebih.

Namun sungguh disayangkan Disdik Riau hanya bisa menyerap 23 persen.

Hal ini terungkap dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) yang dipimpin oleh Wakil ketua Komisi V DPRD Riau, Abdul Kasim dengan Dinas Pendidikan (Disdik) dan Dinas Sosial (Dinsos) Riau, Senin (12/01/2025).

“Jadi kami dari Komisi V DPRD Riau kemarin mengadakan kunjungan ke Menteri Pendidikano menanyakan mengenai dana PIP, KIP dan PKH. Ternyata, berdasarkan data kita yang berada di provinsi Kabupaten Kota,” ujar politisi Fraksi PKS tersebut.

Menurut Abdul Kasim, perlu adanya koordinasi, berkolaborasi antara Dinsos, Disdik Kabupaten Kota untuk memberikan penjelasan kepada masyarakat. Karena siapa penerima itu berdasarkan dari data, evaluasi daripada data yang diambil dari data DTKS.

Sementara saat ditanya mengenai rendahnya serapan dana PIP hanya 23 persen, Abdul Kasim mengatakan bahwa hal itulah makanya Komisi V DPRD Riau menggelar RDP hari ini.

“Ini yang kita lakukan RDP hari ini kepada seluruh instansi berkait supaya data ini tersampaikan kepada pusat. Dan bagaimana pola kerja dari Kabupaten Kota nanti atas koordinasi. Sehingga nanti harus minta 2 ribu orang berdasarkan verifikasi data. Rakyat mana yang dapat, yang harus diberikan bantuan PIP, itu tentu ada data,” ujarnya.

Kedua sambung Abdul Kasim, yang sudah dapat bisa saja tidak dapat lagi karena ada perubahan karena setiap hari ada evaluasi. Bisa saja tahun kemarin dapat tapi tahun ini tidak dapat. Kenapa, karena ekonomi sudah membaik.

Saat ditanya jumlah dana PIP Riau dari seluruh tingkatan tahun 2025, Abdul Kasim mengatakan sekitar kurang Rp11 miliar atau Rp13 miliar gitu.

Sementara saat kembali didesak mengenai rendahnya serapan dana PIP sedangkan batas penyeraha hanya sampai tanggal 31 Januari ini, Abdul Kasim mengatakan bahwa dalam hal itulah makanya digelar RDP hari ini.

“Makanya pada hari ini kita mengadakan rapat supaya nanti dari pihak yang berpunya kewenangan untuk mengadakan koordinasi antar seluruh hubungan yang berhubungan,” tandasnya.

Terpisah, Kepala Disdik Riau, Erisman Yahya menjawab wartawan mengatakan bahwa secara nasional juga serapan dana PIP rendah semua.

Namun saat didesak apakah apakah Disdik Riau juga meniru rendahnya serapan nasional, Erisman mengatakan, tidak.

“Nampaknya tadi kan kita sudah sampaikan, kita akan segera cari masalahnya sebenarnya di mana gitu. Makanya segera dalam 1-2 hari ini kita akan rapat dengan semua stakeholder, Dinas sosial, terus juga dengan sekolah-sekolah, dengan pihak bank yang menyalurkan, di mana sebenarnya gitu,” tukasnya.

Erisman pun berjanji akan melakukan rapat dalam 1-2 hari ini untuk mencari tahu. Karena masih ada waktu sampai 31 Januari,” ujarnya.

Saat ditanya mengenai sosialisasi sendiri ke masyarakat terkait PIP, Erisman mengaku program PIP sudah lama bahkan sejak Presiden Jokowi.

Ia pun optimis dana PIP tersebut akan tuntas sebelum 31 Januari 2026, pungkasnya.

Adapun Komisi V DPRD Riau yang hadir pada RDP tersebut diantaranya, Ketua Komisi V Indra Gunawan, Abdul Kasim, Syafaruddin Iput, Daniel Eka Perdana dan Rizal Zamzami. =fin

Bagikan Berita Ini
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *