Pemko Pekanbaru Jalankan Program Green City

3 Menit Membaca

PEKANBARU (Klikradar.com) — Sebagai kota yang tergabung dalam (MTGT) Indonesia Malaysia Talent Growth Triangle, salah satu programnya adalah Sustainable Development.

Saat ini, Pemko Pekanbaru tengah menjalankan tiga program di bidang lingkungan hidup.

Tiga program itu diantaranya, pengolahan sampah, waste to energy, dan di Dishub, non-motorized transportation dengan konversi ke bus listrik untuk transportasi umum. Dan ketiga edukasi green school, ucap Wakil Wali Kota Pekanbaru, Markarius Anwar usai memimpin pelaksanaan penanaman pohon di lingkungam SMPN 44, Jalan Damai ujung, Palas, Jumat, (30/01/2026).

Menurut Markarius, sebetulnya di sekolah sekurang-kuangnya ada minimal empat program green school.

Pertama pemilahan sampah, kemudian recycle, penanaman pohon, penghijauan dan afirmasi atau memberikan penghargaan untuk anak-anak yang bersepeda ke sekolah.

“Ada non-motorized transportation dan berjalan kaki diutamakan. Kemudian baru kita ada compostingnya di sekolah-sekolah kita dan penanaman-tanaman obat-obatan dan buah-buahan di sekolah,” ucap mantan Ketua Komisi III DPRD Riau 2019-2024.

Markarius mengatakan, program ini yang tengah dijalankan di semua sekolah di Pekanbaru dan baru mulai bergerak lagi.

“Yah, mudah-mudahan ini semua sekolah bisa melaksanakan ini. Hari ini kita launchingnya untuk SMP 44 Pekanbaru. Mudah-mudahan nanti sekolah-sekolah lain bisa melaksanakan juga,” ujarnya.

Lebih lanjut kata Markarius, tempo hari Pemko Pekanbaru sudah mengumpulkan Kepala-kepala sekolah juga. Saat itu Pemko membuat pelatihan compost di SMPN 47 Sidomulyo Barat.

“Alhamdulillah waktu itu dan ini follow upnya Kepala sekolah dalam bentuk kegiatan seperti hari ini,” ucapnya.

Kedepan Wawako Markarius berharap masyarakat bisa menjaga lingkungan supaya asri, aman, nyaman. Sehingga peserta didik ke sekolah itu merasa nyaman di sekolahnya.

“Kalau ini kan memang karena sekolah baru ya, baru dibuka, terasa masih gersang kan. Nah, ini yang perlu segera ditanam-tanaman, dan saya sarankan untuk tanaman buah. Nah, jadi nanti juga ada dampaknya ke ketersediaan pangan juga,” tukasnya.

Menurut Markarius, kalau tanaman buah anak-anak bisa memetik buah, akan lebih bagus, tuturnya.

Sementara saat ditanya mengenai penanaman pohon hari ini namun disisi lain pemerintah juga memberikan izin kepada perusahaan menebang hutan, Markarius enggan berkomentar.

“Waduh, saya nggak bisa komen karena kami nggak ada hutan lagi di Pekanbaru,” pungkasnya. =fin

Bagikan Berita Ini
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *