PEKANBARU– Panitia khusus (Pansus) Penyertaan Modal DPRD Riau menggelar rapat perdana di ruang Medium DPRD Riau, Senin (08/12/2025). Dalam rapat tersebut dua perusahaan daerah (BUMD) Riau masing-masing BRKS dan Jamkrida turut hadir didampingi Asisten II Setdaprov Riau, Helmi D.
“Kita kemarin masih rapat perdana. Jadi kita masih membahas secara umum Ranperdanya. Bahwa memang di Ranperda itu tertuang penyertaan modal untuk BRKS sebesar Rp260 miliar, dan di Jamkrida itu Rp50 miliar,” ucap Ketua Pansus Penyertaan Modal DPRD Riau, Robin Hutagalung SH, Selasa (09/12/2025).
Dalam rapat kemarin kata Robin, teman-teman anggota Pansus menyarankan terutama kepada BRKS agar memberikan performance tertulis terlebih dahulu. Termasuk kondisi-kondisi BRKS.
Pasalnya, dengan kondisi ekonomi Riau saat ini apakah penambahan penyertaan modal itu harus berbentuk price money, apakah harus berbentuk duit. ”Kan boleh-boleh juga itu menjadi injeksinya atau penyertaan modalnya, bisa saja kan, jadi barang milik daerah diberikan. Pemprov memberikan itu menjadi aset BRKS,” tukas politisi fraksi PDI Perjuangan DPRD Riau itu.
Yang jelas ucap Sekretaris Komisi V DPRD Riau itu, bahwa kondisi APBD Riau sekarang ini masih dalam posisi tunda bayar kepada pihak ketiga tahun 2024 lalu.
“Semangat kita tunda bayar ini harus dinolkan dulu ini, itu prioritas kita. Kalaupun bentuk uang kontan prioritas kita adalah tunda bayar. Tapi apakah ada jalan lain seperti barang milik daerah yang mau kita serahkan untuk menambah sebagai penyertaan modal, ini masih rapat perdana,” pungkas Robin. =fin
