PEKANBARU (Klikradar.com) — Panitia khusus (Pansus) Optimalisasi Pendapatan Daerah DPRD Riau, saat ini masih dalam penggodokan.
Salah satunya pajak air permukaan. Khusus pajak inisiatif DPRD Riau yang di ketuai oleh Abdullah ini, dikhususkan untuk perusahaan.
“Banyak komentar-komentar saya lihat di media sosial terkait upaya DPRD Riau dalam meningkatkan pendapatan daerah ini. Kami mohon maaf, kami tidak ada niat bikin gaduh,” ucap Wakil ketua DPRD Riau, Budiman Lubis SH saat dikonfirmasi, Senin (02/02/2026).
Politisi Gerindra itu mengatakan, dengan adanya defisit anggaran APBD Riau 2026 yang hanya Rp8,2 triliun, tentu DPRD Riau berupaya agar pendapatan daerah meningkat.
Untuk itu dengan adanya momen ini, semua OPD baru juga termasuk kepala Bapenda sebagai ujung tombak.
”Tentu kita berharap semangat baru, pandangan Plt Gubernur juga sama menggali potensi pendapatan, itulah pajak air permukaan,” ujarnya.
Ia mengaku, komentar-komentar negatif dari nitizen terkait pajak air permukaan untuk kebun sawit ini dinilai wajar. Akan tetapi Budiman berjanji, pihaknya tidak bermaksud menyusahkan masyarakat.
“Pajak air permukaan ini kita khususkan nanti buat perusahaan-perusahaan yang ada di Riau. Dan itu jelas bahwa masyarakat tidak dikutip. Contoh, irigasi tidak dikutip. Yang kita kutip adalah pabrik,” tegasnya.
Lebih jauh terang Budiman, pajak air permukaan untuk perusahaan, satu pokok sawit dikutip Rp1.700 per batang. Dan itu sudah diterapkan di Provinsi Sumatera Barat.
Untuk itu DPRD Riau memohon dukungan dari masyarakat supaya mendorong pajak air permukaan untuk sawit ini bisa sama-sama.
“Karena dengan angka juga yang kita berikan Rp1700 persatu pokok sawit ini belum final. Kami DPRD ini kan mendorong, yang melakukan pemungutan dan eksekusi itu kan Bapendanya. Kami hanya pengawasan. Jadi tidak ada celah kami untuk mau korupsi di sini,” ujarnya.
Ia pun mengaku prihatin atas kondisi APBD tahun ini. Pasalnya, dengan APBD tahun ini yang hanya Rp8,2 triliun, Pemprov Riau tidak bisa membangun infrastruktur jalan dan jembatan.
Sementara tingkat kerusakan jalan dan jembatan di Riau saat ini cukup mengkhawatirkan, tukasnya. =fin
