PEANBARU (Klikradar.com) — Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Riau, Erisman Yahya, mengaku pihaknya memberikan perhatian maksimal kepada sekolah, khususnya swasta, SMA maupun SMK. Hal ini ditunjukkan melalui adanya dana BOSDA.
“Walaupun memang mungkin kalau BOSDA regular itu masih ada nominalnya tidak sama antara Negeri dan swasta, dana BOSDA juga dapat. Cuma sekolah Negeri lebih besar,” ucapnya usai Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Komisi V DPRD Riau, Senin (02/02/2026).
Erisman mengatakan, di sisi lain sekolah Swasta juga dapat, namanya BOSDA Afirmasi. Artinya, siswa miskin yang sekolah di Swasta.
“Jadi, kawan-kawan swasta ini dapat dua sebenarnya. BOSDA regular dan BOSDA Afirmasi. Terus juga BOSNAS
Jadi inilah yang kita bicarakan pada siang ini dengan Komisi V DPRD Riau,” ujarnya didampingi Ketua MKKS se-Riau Faisal.
Erisman pun mengakui, kondisi keuangan APBD Riau tahun ini kurang baik. Terkait hal itu pengelola sekolah Swasta juga ingin mempertanyakan apakah tahun ini BOSDA reguler masih ada untuk Swasta.
“Inilah mungkin nanti yang masih jadi PR kita, karena memang agak berat gitu. Jadi tidak hanya Negeri, Swasta pun mungkin belum tentu juga dapat. Tapi kalau BOSDA Afirmasi itu dijamin masih ada,” ucapnya.
Selain itu kata Erisman, pihaknya bersama Komisi V DPRD Riau membahas masalah Seleksi Nasional Penerimaan Mahasiswa Baru (SNPMB). Ia mengatakan dari pengelola sekolah Swasta menginginkan agar jangan semuanya masuk Negeri.
“Kalau tak bisa diterima negeri, pindahlah ke Swasta. Iya, kami setuju-setuju aja, dan memang kita juga ingin Swasta ini juga hidup. Kalau semuanya masuk Negeri terus Swasta terima murid mana gitu kan,” tukasnya.
Lebih jauh terang Erisman, bisa jadi pemahaman-pemahaman seperti ini yang harus disampaikan kepada peserta didik bahwa sekolah Swasta juga bisa gratis, bahkan sudah jalan 2 tahun, ujarnya.
Sementara saat ditanya jika tidak dianggarkan, Erisman mengatakan tergantung kemampuan fiskal. “Tapi kawan kawan ini kan kalau BOSNAS dan BOS P kan tetap. Mohon maaf tidak semua provinsi juga mampu menganggarkan BOSDA ini,” katanya.
”Kita alhamdulillah sudah dari tahun 2017 sebenarnya. Tapi tahun ini tahu sendirilah bagaimana kemampuan fiskal kita. Bukan tidak ada, masih kita sisir memang, karena kita ada tunda bayar tahun 2024,” tambahnya.
Sementara ketua MKKS Riau Faisal saat ditanya jumlah siswa SMA/SMK Negeri dan Swasta se Riau, Faisal mengatakan lebih kurang 121 ribu. “Untuk siswa Swasta itu 43.000 ribu, selebihnya siswa yang bersekolah di SMA/SMK Negeri,” ucapnya.
Faisal mengatakan, pihaknya hanya mempertanyakan pengurangan dana transfer daerah. Ia mengatakan, ada yang mengugah harti mereka, kalau memang terjadi kondisi terburuk, maka kemungkinan tidak dianggarkan.
Terkait hal itu, Faisal pun mengambil ancang-ancang apa yang harus dilakukan dalam penganggaran di sekolah Swasta. Meski begitu, pihaknya berharap ke Kadisdik bisa nanti bisa dianggarkan.
“Walaupun hari ini tidak bisa difinalkan karena kita belum tahu kebijakan dari pusat, alhamdulillah dari SMK/SMA Swasta, dari yang kami pertanyakan hari ini kami cukup puas,” pungkasnya. =fin
