PEKANBARU — Dua agenda DPRD Riau yang seharusnya digelar, Senin (15/12/2025), akhirnya batal digelar.
Pasalnya, selain hanya dihadiri Asisten II Setdaprov Riau, juga kehadiran anggota dewan hanya 15 dari 65 anggota dewan.
Alhasil, 3 Fraksi di DPRD Riau melakukan interupsi agar paripurna ditunda.
Tiga anggota dewan yang menginterupsi pimpinan dewan itu antara lain, Edi Basri dari Fraksi Gerindra, Andi Dharma Taufik dari Fraksi PDI-Perjuangan dan Manahara Napitupulu dari Fraksi Demokrat DPRD Riau.
Saat diwawancara usai paripurna, Sekretaris Fraksi Partai Demokrat, Manahara Napitupulu SH mengatakan ditundanya paripurna ini karena hanya dihadiri Asisten II Setdaprov Riau, Helmi D.
Sementara dalam tata tertib (tatib) dewan, secara gamblang dan kesepakatan, bahwa mewakili Gubernur itu ketika berhalangan adalah Sekretaris Daerah,yang menghadirinya.
“Jadi tadi dari seluruh fraksi yang hadir itu sudah menyepakati agar dijadwal ulang. Karena rapat paripurna adalah rapat yang terencana. Artinya, jadwal sudah disampaikan dan sudah dikonfirmasi,” ujarnya.
Menurut Manahara, kalau Gubernur, Sekretaris daerah berhalangan dia meminta supaya dilakukan perubahan jadwal berikutnya.
Anggota Komisi IV DPRD Riau itu juga menyampaikan bahwa kedisiplinan dan etos kerja anggota dewan juga perlu ditingkatkan, ujarnya menjawab awak media terkait kehadiran anggota dewan yang hanya 15 dari 65 anggota dewan.
“Dari fraksi Demokrat juga tadi disampaikan bahwa disiplin ini baik Pemprov juga kepada DPRD-nya. Etos kerja ini perlu ditingkatkan kedua lembaga ini,” tandasnya.
Sehingga dengan begitu ucap Manahara, agar harapan masyarakat semakin nyata. “Kalau kehadiran saja tidak bisa diperoleh, bagaimana kinerjanya bisa dicapai,” pungkasnya. (fin)
