PEKANBARU (Klikradar.com) — Kapolda Riau Irjen Pol Hery Heryawan mengaku terbuka pada semua elemen masyarakat, termasuk saran dan masukan.
Hal itu sebagai bentuk komitmennya dalam menjalankan amanah sebagai pimpinan di Polda Riau.
Mendapat angin segar seperti itu, Ketua Komisi III DPRD Riau, Edi Basri SH langsung angkat bicara dengan menyentil Kapolda Riau terkait kegiatan penanaman pohon.
“Jadi, saya sebenarnya tadi tidak mau langsung ke situ. Kami sudah bisik-bisik dengan pak Polda bagaimana Green Policy itu menjadi sebuah kebijakan daerah. Dan ini jarang kita menyampaikan ke Polda yang punya visi. Biasanya Kapolda itu visi-misinya Kapolri. Kalau ini tersendiri. Ada namanya visi daerah,” ucap Edi Basri mengawali pembicaraan, Kamis (15/01/2026).
Politisi Gerindra itu mengatakan, merawat tuah itu berarti keberkahan, kehormatan, kepercayaan, dan potensi baik yang sudah kita miliki.
Dan merawat itu artinya adalah memelihara dan mengelola dengan baik dan bijak. Itu yang Bapak maksud dengan lingkungan, ujarnya.
“Jadi, pak Kapolda hidup kita sampai sukses bukan hanya karena partisipasi keluarga kita, tetapi juga partisipasi alam yang ada sekitar kita,” ucap mantan praktisi hukum tersebut di depan Pejabat Utama (PJU) Polda Riau dan sejumlah anggota DPRD Riau.
“Tapi ada yang peradoksnya pak Kapolda, ini perlu bapak catat. Saya pernah juga ikut yang namanya kegiatan penanaman pohon. Kita sangat mendukung itu pak. Cuma di sisi lain, ada sebuah kebijakan yang memperbolehkan membabat hutan gitu. Jadi, tidak seimbang antara yang kita tanam dengan yang kita babat gitu pak,” kata Edi Basri menyentil Kapolda Riau.
Jadi, sambung Edi Basri, keinginan kedepan, pak Kapolda melalui gebrakan nanti, akan didorong secepatnya kajian akademisnya yang disebut dengan masyarakat sadar ekologis.
“Nanti kita pilih judulnya itu kajikan akademisnya, supaya nantinya insya Allah bapak Kapolda sudah satu tahun disini, sudah melahirkan sebuah legasi untuk masyarakat Riau,” ujarnya.
Kapolda Riau Irjen Pol Hery Heryawan pun langsung menyela perkataan Edi Basri dengan mengatakan, “Saya bangga menjadi bagian daripada Gerindra,” katanya yang disambut tepuk tangan meriah dari seisi ruangan Medium DPRD Riau.
Edi Basri pun melanjutkan bahwa, untuk menjaga amanah itu berarti kepercayaan publik serta potensi daerah tetap membawa kebaikan dan manfaat, khususnya menjaga marwah.
Berarti, harga diri kehormatan mertabat status, menjaga status identitas.
Artinya, mempertahankan dengan sikap etik dan tindakan yang disebut dengan kawan pak Kapolda itu, namanya etik.
Ketua Komisi III DPRD Riau itu mengatakan, dengan menjaga marwah merawat puan adalah menjaga kepercayaan dan keberkahan yang telah ada, sekaligus mempertahankan mertabat, kehormatan dan integritas dalam setiap penindakan, pungkasnya. =fin
