PEKANBARU2 (Klikradar.com) — Hingga saat ini Pemprov Riau, masih berkomitmen untuk menyiapkan anggaran Penerima Bantuan Iuran (PBI) dengan rasio 55% provinsi dan 45% kabupaten kota.
Namun hari ini dukungan dari Pemprov untuk memperkuat kabupaten/kota belum sanggup.
Penegasan itu disampaikan Sekdaprov Riau, Syahrial Abdi menjawab wartawan terkait PBI yang banyak diputus dan dialihkan ke Universal Health Coverage (UHC) usai mengikuti rapat paripurna DPRD Riau, Kamis (05/02/2026).
Menurut Syahrial, ada yang sudah maksimal seperti Kota Pekanbaru. Makanya kalau ada pengurangan di rasio itu, tentunya hanya kepada kabupaten/kota yang mampu seperti Kota Pekanbaru, Kabupaten Kampar.
Ia mengatakan, kalau Kabupaten Meranti masih butuh dukungan yang lebih maksimal. Hanya saja mungkin rasionya nanti dibandingkan dengan kemampuan keuangan kabupaten/kota.
Syahrial pun berharap, seluruh masyarakat Riau tetap tercover untuk UHC tersebut.
Sebelumnya, anggota DPRD Riau, Andi Dharma Taufik menyesalkan sikap pemerintah pusat yang memutus PBI khususnya kepada orang tak mampu tanpa mengechek terlebih dahulu.
Hal ini diperparah dengan keuangan daerah yang dipotong oleh pemerintah pusat.
“Keuangan daerah yang dipotong oleh pusat tentu harus berpikir keras. Kita dari Pemprov bagaimana mendorong keuangan untuk di daerah terkait masalah kesehatan ini. Karena ini sudah urgensi. Ini masalah rakyat, masalah masyarakat dan soal kesehatan adalah nomor satu. Jangan
sampai masyarakat tidak bisa berobat,” ucap anggota Komisi I DPRD Riau tersebut.
Politisi PDIP dapil Indragiri Hilir itu mengatakan, salah satu solusi skemanya adalah, kalau di daerah ini mereka tetap masuk ke rumah sakit atau ke puskesmas awal menggunakan data UHC, insya Allah itu Pemda daerah ataupun Pemprov bisa mendorong dengan dana UHC itu.
Andi menjelaskan, pemotongan dana transfer ke daerah ini semakin kecil. Sehingga daerah juga harus berinovasi, tukasnya.
“Pemerintah pusat seharusnya tidak memotong, betul-betul dicek. Kalau ternyata emang sudah mampu ya, oke lah diputus. Kalau belum mampu ya, kasihan dong,” pungkasnya. =fin
