KERUMUTAN (KLIKRADAR.COM) — Sudah dua puluh lima hari berlalu, upaya penanganan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di wilayah Kerumutan Kabupaten Pelalawan, Riau, terus dilakukan secara intensif.
Tim gabungan Polres Pelalawan, Polda Riau, BPBD, TNI dan unsur masyarakat masih berjibaku melawan kobaran api dengan mengerahkan berbagai strategi, mulai dari pembangunan embung, penyekatan area rawan penyebaran api, hingga dukungan pemadaman melalui water bombing, Senin, 23 Agustus 2026.
Kapolres Pelalawan, AKBP John Louis Letedara, SIK yang ditemui dilokasi kebakaran mengatakan, pembangunan embung dilakukan sebagai langkah strategis untuk memastikan ketersediaan sumber air di sekitar lokasi karhutla.
Embung tersebut menjadi salah satu titik pendukung bagi petugas dalam melakukan pemadaman, khususnya di wilayah yang sulit dijangkau kendaraan pemadam.
Selain itu, tim di lapangan juga melakukan penyekatan untuk menghambat pergerakan api agar tidak meluas ke area lainnya.
Petugas terus memantau titik-titik rawan serta melakukan pendinginan pada lahan yang telah terbakar guna mencegah munculnya kembali bara api.
Kapolres menambahkan, dari udara, operasi water bombing turut dilakukan untuk membantu menjangkau lokasi kebakaran yang sulit diakses melalui jalur darat.
Kolaborasi antara personel di darat dan dukungan udara menjadi bagian penting dalam mempercepat proses pemadaman.
Sinergi dan kerja keras tim gabungan menjadi wujud nyata komitmen dalam melindungi masyarakat, menjaga lingkungan, serta mencegah dampak karhutla semakin meluas.
Di tengah panasnya kobaran api, semangat petugas tak surut. Setiap langkah dilakukan untuk satu tujuan, api padam, hutan terlindungi, dan masyarakat aman dari ancaman karhutla. =bbm
