PEKANBARU (KLIKRADAR.COM) — Mengingat kondisi kabut asap yang kini kian pekat, Pemerintah Provinsi Riau mengimbau seluruh masyarakat agar menggunakan masker serta mengurangi aktivitas di luar, dan memperbanyak mengonsumsi air putih serta menjaga kesehatan masing-masing.
Imbauan itu disampaikan Sekdapov Riau, Syahrial Abdi sesaat sebelum membacakan pidato Gubernur Riau terkait dua Ranperda pada rapat paripurna DPRD Riau, Senin (23/08/2026).
“Sebelum kami lanjutkan, dapat kami informasikan untuk menyampaikan situasi perkembangan hari ini di Provinsi Riau. Pertama, pada waktu bersamaan dari 1,5 jam yang lalu, kita menerima kunjungan dari Bapak Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, yang langsung memimpin rapat di lapangan untuk penanganan Karhutla Provinsi Riau,” ucapnya.
Ia mengatakan, dalam rapat yang dipimpin langsung oleh Presiden tersebut, beliau mendengarkan laporan dari Gubernur dan Forkopimda dan seluruh Satgas yang terkait dengan penanganan Karhutla Provinsi Riau secara detail, peristiwa per peristiwa dan lokasi per lokasi.
Dan langkah-langkah yang dilakukan dan mitigasi risiko yang telah dilakukan oleh Pemprov Riau bersama Forkopimda hari ini diapresiasi oleh Bapak Presiden, dan tentunya tetap mengharapkan situasi ini bisa teratasi.
Sahrial Abdi menyebut, bahwa berdasarkan rapat kemarin Satgas Karhutla bersama Forkopimda mencermati situasi hari ini, bahwa perkembangan untuk mengambil langkah sudah dilakukan.
Salah satunya Pemko Pekanbaru dan Kabupaten Pelalawan sudah mulai memberlakukan pembelajaran jarak jauh bagi siswa SD hari ini.
Sementara untuk siswa SMA dan SMK masih hold seperti sebagaimana mestinya. Namun pihaknya tetap mengimbau untuk menggunakan masker, mengurangi aktivitas di luar, dan memperbanyak mengonsumsi air putih dan menjaga kesehatan masing-masing.
Syahrial Abdi juga melaporkan bahwa untuk data kualitas udara per jam diketahui bahwa untuk Kota Pekanbaru sangat tidak sehat dengan konsentrasi PM2.5 BMKG lebih dari 170 \mu\text{g/m}^3. Tentunya kondisi ini bersamaan statusnya dengan dua kabupaten yakni, Pelalawan dan Bengkalis.
Sedangkan untuk kategori sedang dan cenderung memburuk, ucap Syahrial, ada di Kabupaten Indragiri Hilir, Indragiri Hulu, dan yang masih sedang adalah Dumai, Rokan Hulu, Rokan Hilir, Kuantan Singingi, dan Kepulauan Meranti.
Adapun sumber dari hotspot kata Syahrial, tercatat hari ini berjumlah 306, dan kemarin juga sudah terjadi titik panas dan juga kebakaran di kawasan Rimbo Panjang, Kabupaten Kampar, dan sudah teratasi sejak tadi malam.
Yang masih perlu mendapatkan perhatian khusus yaitu di daerah Kerumutan, Kabupaten Pelalawan, dan tim Satgas darat sudah beraktivitas di sana dengan alat-alat yang cukup memadai.
Terkait hal itu, Pemprov Riau mengimbau kepada seluruh masyarakat Provinsi Riau, pertama, untuk masyarakat yang melakukan pembukaan lahan untuk tidak melakukan pembakaran dalam membuka lahan.
Berikutnya, ia berharap agar tidak beraktivitas atau mengurangi aktivitas di luar ruangan.
Disisi lain ia juga mengimbau agar bersama-sama menggunakan masker jika beraktivitas di luar ruangan dan menjaga kesehatan, kebugaran masing-masing dan memperbanyak minum air putih, ujarnya. =fin
