Serap Aspirasi, HM Sumardany Reses di Kecamatan Rumbai Timur

3 Menit Membaca

PEKANBARU (Klikradar.com) — Anggota DPRD Riau, Daerah Pemilihan (Dapil) Kota Pekanbaru, HM Sumardany ST MSc melakukan reses di RT 03 RW 13, Lembah Sari, Kecamatan Rumbai Timur, Selasa (10/02/2026).

Dalam kegiatan menjemput aspirasi itu, masyarakat meminta sekolah MDA, lampu jalan, sound sistim dan sejumlah keluhan lainnya.

Di depan puluhan warga yang didominasi kaum ibu itu, politisi fraksi Demokrat itu menerangkan bahwa 65 anggota DPRD Riau saat ini melaksanakan reses di dapil masing-masing termasuk dirinya.

“Dari Pekanbaru itu ada 9 orang. Salah satunya saya. Reses itu menjemput, mendengarkan aspirasi dan masukan-masukan yang ada di masyarakat. Ini akan menjadi langkah kami dalam pembangunan Provinsi Riau, terutama di Kota Pekanbaru,” ucap Sumardany.

Anggota Komisi I DPRD Riau itu pun tak lupa menyampaikan salam dari Wali Kota Pekanbaru, Agung Nugroho karena dalam waktu dekat ini, akan memasuki bulan suci Ramadhan termasuk dirinya, mohon maaf lahir dan batin.

Anggota Komisi I DPRD Riau itu pun mempersilahkan masyarakat menyampaikan aspirasinya secara langsung. Atau kalau sungkan pihaknya juga mempersilahkan menyampaikan aspirasi melalui kertas yang dia bagikan sebelumnya.

Menurutnya, sebagai anggota DPRD Riau yang mewakili masyarakat Kota Pekanbaru, aspirasi tersebut bisa menentukan arah dan kebijakan pembangunan.

Kedepan DPRD Riau bisa mengetahui apa yang dibuat oleh pemerintah.

Lebih jauh terang Sumardany, ada tiga fungsi anggota DPRD. Yakni, membentuk Perda (legislasi), menetapkan APBD (anggaran) dan mengawasi jalannya pemerintahan dan pelaksanaan Perda atau UU (pengawasan).

Sementara itu ketua RT 03 RW 013 Kelurahan Lembah Sari, Kecamatan Rumbai Timur, Dewi Darmawati mengapresiasi kunjungan reses Sumardany di wilayahnya.

Ia pun menginginkan sekolah MDA, lampu jalan dan sound sistim di wilayahnya.

“Iya kami menginginkan MDA dan lampu jalan terlebih mau masuk bulan puasa dan sound sistim untuk SKM. Pokoknya bapak itu bisa membantu, supaya kami senanglah di sini besok. Tolong pantau kami di sini,” pesannya ke Sumardany.

Saat ditanya seberapa banyak warga di wilayahnya, Dewi mengaku di perumahan reciden aja 300 kepala keluarga (KK).

Selain itu, Dewi juga mengeluhkan jalan menurun di wilayahnya yang sudah banyak memakan korban.

“Di penurunan dekat masjid itu kan pengkolan. Pengkolannya itu yang membuat banyak kecelakaan. Biar bagus dibuat lampu jalan diutamakan, sehingga bisa meminimalisir angka kecelakaan,” ucap dia menyarankan.

Selain itu, Dewi juga meminta pemerintah agar membangun ampang-ampang di wilayahnya. Karena para pengendara sangat kencang ketika melintas di RW 13, sehingga menimbulkan kekhawatiran jika terjadi kecelakaan.

“Pokoknya pelintas jalan ngebut-ngebut. Memang bukan masyarakat di sini, tapi warga pengguna jalan,” ujarnya.

Hal senada juga disampaikan Heriana (65). Nenek usia lanjut itu juga mengeluhkan sikap para pengendara saat melintas di wilayah RW 13 dengan kencang.

Terkait hal itu, ia pun meminta pemerintah agar menyikapi kondisi tersebut sehingga bisa meminimalisir angka keceakaan. =fin

Bagikan Berita Ini
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *