PEKANBARU (Klikradar.com) — Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Riau, Erisman Yahya, mengatakan untuk pembangunan sarana dan prasarana (sarpras) tahun 2026 ini, pihaknya belum bisa bicara. Hal ini dikarenakan anggaran APBD Riau yang terbatas dan juga anggaran transfer dipotong.
“Banyak sekali yang kita bangun tahun 2025. Khusus tahun 2026 ini saya belum bisa ngomong. Anggaran kita kan masih sangat terbatas, jadi kita belum bisa menyampaikan apa-apa,” ucap Erisman usai Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Komisi V DPRD Riau, Senin (19/01/2026).
Ia menjelaskan, anggaran APBD Riau tahun 2026 ini sangat jauh menurun. Bukan hanya itu anggaran transfer pusat ke daerah tahun ini juga dipotong. Alhasil, Dana Alokasi Khusus (DAK) Disdik Riau tahun ini pun nol.
Ia mengatakan dana DAK tersebut biasanya ada untuk pembangunan fisik dan ada yang non fisik. Sementara dana yang berasal dari APBN tahun 2026 ini tinggal sekitar Rp13 miliar dari Kementerian, jauh menurun dari tahun 2025 sebesar Rp125 miliar. Dari Rp13 miliar tersebut angka DAK tahun ini nol.
“Pokoknya kami tahun 2025, Rp3,1 triliun. Sedangkan 2026 ini tinggal Rp2,6 triliun, turun sekitar Rp500 miliar dari tahun sebelumnya,” ujarnya.
Lebih jauh papar Erisman, dari Rp2,6 triliuan tersebut Rp2 triliun di antaranya gaji pegawai dan itu belum temasuk
Tunjangan Penghasilan Pegawai (TPP). Sementara yang Rp600 miliar itu Bosnas, Bosda, dan Afirmasi.
Erisman mengatakan untuk pembangunan sekolah baru di tahun 2025 ada dua. ”Satu SMA di Kemuning yang dulu ditetapkan oleh pak Wahid dan satu lagi di Pagaran Tapah, Rohul,” pungkasnya. =fin
