PEKANBARU– Pembahasan KUA-PPAS 2026 di Alat Kelengakapan Dewan (AKD) terus berlanjut. Seperti Komisi II DPRD Riau yang menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama dua mitra kerjanya, yakni Dinas Pariwisata dan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Provinsi Riau.
“Anggaran untuk Dispar dan Disperindag Riau tahun 2026 mengalami penurunan sebesar 10 persen dibanding tahun anggaran 2025 lalu,” ucap anggota Komisi II DPRD Riau, Ginda Burnama usai RDP dengan Dispar dan Disperindag Riau usai RDP, Rabu (19/11/2025).
Adapun kegiatan nasional di Dispar Riau kata Ginda, yakni bakar tongkang, pacu jalur. Sementara PAD dari Dispar diakui memang ada, cuma belum detail karena di RDP tadi baru pembuka saja.
Sama halnya dengan Dispar, Disperindag Riau juga mengalami pengurangan anggaran sebesar 10 persen tahun 2026 dibanding tahun sebelumnya.
Menyikapi pengurangan itu kata Ginda, Komisi II DPRD Riau akan menyampaikan secara resmi pada rapat Badan Anggaran (Banggar) DPRD Riau nanti. Karena hal ini bersinggungan langsung pada pelayanan dan kepada masyarakat.
“Nah ini tentu perlu menjadi catatan pemerintah Provinsi Riau dalam melaksanakan program-program di tahun 2026 nanti,” tukasnya.
Sementara saat ditanya kekhawatiran Komisi II DPRD Riau hingga menggelar rapat tertutup, Ginda mengatakan bahwa hal itu merupakan mekanisme dari pimpinan rapat saja.
“Sebenarnya bukan masalah tertutup terbukanya. Tapi kan kondisi mekanisme pimpinan rapat saja. Tadi kawan-kawan wartawan ada juga yang meliput, komunikasi saja sebenarnya,” ucapnya.
Saat ditanya mengenai mitra kerja Komisi II DPRD Riau yang sudah dipanggil sejauh ini, politisi Fraksi Gerindra itu mengaku sudah ada beberapa. Ia pun optimis pemanggilan mitra kerja Komisi II DPRD Riau akan tuntas besok.
Menyinggung mengenai evaluasi terhadap Dinas Tanaman Pangan dan Holtikultura Riau, Ginda mengaku sudah membahas dengan Disperindag dan koordinasi dengan pemerintah Provinsi Riau.
“Mereka sudah menjalankan program dengan BUMD terhadap pangan murah dan dilaksanakan oleh BUMD Provinsi Riau dan sudah keliling se- provinsi Riau ini. Pekanbaru kemarin ada di beberapa kecamatan dan di kabupaten lain juga,” ujarnya.
Artinya kata Ginda, pemerintah Provinsi Riau hari ini juga sangat mengantisipasi itu karena sudah menjadi catatan dari pemerintah pusat terkait inflasi hari ini. “Jadi saya rasa kita lihat waktunya sampai akhir bulan ini seperti apa untuk penanganan inflasi ini,” tandasnya.
Ginda berjanji, sampai akhir Nataru nanti semua akan dikontrol harga inflasi tersebut. Sementara saat ditanya seperti apa kondisi di lapangan, pihaknya sendiri kata Ginda selaku anggota DPRD Riau dapil Kota Pekanbaru sudah turun kemarin karena bagian dari reses saya juga, pungkasnya. =fin
